Terus Anjlok, Harga Rumput Laut

Ilustrasi Rumput Laut. (SuaraNTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Perikanan (Diskan) Sumbawa Barat, mencatat harga rumput laut di tingkat petani saat ini sudah berada di angka Rp14.000 kembali turun dibandingkan bulan sebelumnya. Anjloknya harga rumput laut yang terjadi saat ini lebih pada menurunnya permintaan pasar di tengah pandemi Covid-19 serta pengaruh cuaca yang dianggap sangat ekstrim.

“Sebulan yang lalu harga rumput laut kita mampu bertahan di angka Rp15.000 dari turun dari harga normal Rp22.000-20.000 dan saat ini harganya kembali anjlok,” ujar Kadiskan KSB,  Ir. H. Mansyur Sofyan kepada Suara NTB, Kamis, 19 November 2020. Anjloknya harga rumput laut diprediksi akan terus turun hingga bulan Desember mendatang.

Selain harga yang anjlok lanjutnya, jumlah produksi juga menurun di angka 40 ton. Kondisi ini terjadi karena daya beli yang kurang akibat pandemi covid-19 serta kualitas rumput lautnya yang kurang akibat cuaca yang dianggap sangat ekstrem. Selain kondisi alam banyak juga pembudi daya rumput laut yang tidak melakukan penanaman.

Hal tersebut terjadi lantaran di lokasi-lokasi tertentu mengalami pendangkalan yang sangat signifikan. Sehingga jika dipaksakan tetap dilakukan penanaman, maka hasilnya tidak maksimal dan terancam rusak serta terbawa arus. “Memang produksi rumput laut kita menurun karena faktor cuaca yang ekstrem. Bahkan harganya juga turun dari Rp22.000 menjadi Rp14.000 per kilogram,” sebutnya.

Harga yang anjlok saat ini juga akan tetap diupayakan jalan keluar terbaik. Hal itu sengaja dilakukan untuk bisa mencari jalan keluar terbaik bagi para pembudi daya sehingga tidak terlalu merugi. Pengecekan langsung ke lapangan juga akan dilakukan untuk memastikan pola penanganan lanjutan. Karena jika hanya dibiarkan tanpa solusi, dikhawatirkan bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

Sementara untuk harga, pihaknya mengaku tidak bisa melakukan intervensi lebih jauh karena itu merupakan mekanisme pasar. Meski demikian, pihaknya tetap akan membantu para pembudi daya agar tidak merugi. “Meski harga saat ini turun, tapi kami tetap melakukan pengecekan ke lapangan guna membantu para pembudi daya sehingga tidak terlalu merugi,” tukasnya. (ils)