Tertimpa Reruntuhan Batu Bukit Setangi, Warga KLU Meninggal

Kediaman korban Muhammad yang ditimpa reruntuhan batu bukit Setangi. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Seorang warga Dusun Setangi, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, atas nama Muhamad (38), meninggal pada Senin, 6 September 2021 usai mengalami kejadian yang tak disangka. Sebuah batu besar, runtuh dari atas bukit Setangi dan menimpa kediamannya.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Feri Jaya Satriansyah, SH., melalui Kapolsek Pemenang, AKP Evy Nuke Maya Damayanti Febriyani, sebagaimana rilis yang diterima koran ini menyebut, kediaman Muhammad tertimpa runtuhan batu besar itu. Peristiwa itu berlangsung seketika saat hujan lebat turun di wilayah Malaka dan sekitarnya pada Senin sore.

Iklan

‘’Terjadi runtuhan batu besar dari atas bukit Setangi yang diakibatkan oleh hujan besar yang terjadi dari pukul 16.00  Wita sampai dengan pukul 18.00 Wita. Runtuhan batu itu menimpa rumah dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia atas nama Muhammad,’’ ujar Evy Nuke.

Diterangkan, pada saat kejadian, Muhammad yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu, sedang berada di dalam rumahnya. Sementara istri dan anggota keluarga lain, berada di luar.

Hujan lebat pada sore itu, mengakibatkan kontur tanah labil dan tidak mampu menahan beban batu yang akhirnya runtuh. Apesnya, jatuhnya batu tepat mengenai kediaman milik korban.

“Pada saat itu korban sedang berada di dalam rumah. Selanjutnya atas kejadian tersebut istri korban, Nurul Hidayah, memberitahukan kepada keluarga, dan selanjutnya korban dievakuasi oleh keluarga ke tempat yang aman,” lanjut Evy.

Peristiwa itu sendiri, diterima dengan ikhlas oleh keluarga. Baik istri korban dan keluarga korban lainnya, menolak dilakukannya pemeriksaan luar ataupun dibawa ke Puskesmas. “Pihak keluarga melakukan penguburan korban pada Selasang siang setelah Salat Zuhur,’’ katanya.

Untuk diketahui, proses evakuasi korban disaksikan langsung oleh Kapolsek Pemenang, Camat Pemenang, Datu Aryanata Bayu Aji, Bhabinkamtibmas setempat, tim Tagana serta masyarakat sekitar.

Kapolsek berharap, warga sekitar yang tinggal di sekitar kemiringan bukit tetap waspada terhadap setiap kondisi. Terlebih lagi, hujan dengan curah tinggi dapat mempengaruhi kontur tanah setempat. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional