Tersinggung, Tim Najmul Ambil Langkah Hukum Laporkan Akun Medsos

Habibullah (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Tim Najmul Akhyar, akan mengambil langkah hukum melaporkan pemilik akun Facebook (FB), AD ke kepolisian. Langkah itu diambil lantaran dalam postingan AD di group FB “Ganti Bupati 2020” dinilai menyudutkan Bupati KLU, H. Najmul Akhyar, SH. MH.

Meski cuitan AD pada laman FB Ganti Bupati 2020 tidak menyebut nama pejabat yang berkuasa, OPD maupun lingkup pemerintah daerah, netizen khususnya di Lombok Utara sudah paham, bahwa cuitan itu menohok kepada Bupati KLU, H. Najmul Akhyar. Pasalnya, pada Minggu, 2 Februari 2020, Najmul menggelar resepsi pernikahan dua putranya secara bersamaan di Islamic Center, Kota Mataram.

Iklan

Persepsi itu pula yang menjadi dasar Tim Najmul Akhyar, akan memperkarakan pernyataan AD. Namun Tim Najmul tidak berbicara selaku kapasitas sebagai Tim Pilkada, melainkan selaku pengurus di organisasi PD Nahdlatul Wathan (NW) KLU.

“Saya selaku kader Nahdatul Wathan, manakala pimpinan Ketua Umum (PD) Nahdlatul Wathan Lombok Utara dilecehkan, maka kami akan mengambil sikap tegas,” cetus pengurus Divisi Kaderisasi NW KLU, Habibullah, Kamis, 6 Februari 2020.

Menurut Habib, pernyataan itu tidak secara lugas menyebut bupati. Namun makna kias yang terkandung dalam statemen AD, dapat diartikan menjurus pada pribadi H. Najmul Akhyar.

Habibullah menegaskan, dirinya akan melaporkan pemilik akun AD ke polisi usai mengumpulkan semua bukti-bukti. Baginya, pernyataan itu mencemarkan nama baik pimpinan umum NW. “Saya rasa beliau tidak mungkin melakukan itu sampai-sampai (dituding) anaknya menikah saja setiap per SKPD harus mengeluarkan uang sebesar Rp 10.000.000,00,. Kami sudah diskusikan ini, karena ini termasuk ke ranah pelecehan dan pencemaran nama baik,” sebutnya.

Habib mengklaim, jika dirinya tidak memilki hubungan keluarga dengan bupati. Namun ia tidak ragu bertindak selaku pelapor pada kasus ini. “Secara emosional, kami itu seperti layaknya keluarga besar dalam lingkungan organisasi, karena kami dekat bukan hanya karena Pak Bupati jadi bupati saja, tetapi sesama pengurus (NW) daerah,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Habib mengakui proses pelaporan ke aparat penegak hukum masih dilengkapi dengan berkas.

Sementara, politisi Partai Demokrat KLU yang duduk di DPRD KLU, Bagiarti, SH., membantah keras tudingan akun AD yang ia nilai menjurus ke pribadi Ketua DPC Demokrat KLU itu. Bagiarti menjamin, sosok bupati sangat pemalu dan memiliki harga diri. Tidak mungkin baginya, Bupati sampai meminta dana di OPD untuk kebutuhan resepsi kedua putranya.

“Kami saja di Fraksi Demokrat, walaupun beliau Ketua Partai sampai detik ini tidak pernah kami dimintai apa pun untuk kebutuhan beliau apa lagi sampai meminta di SKPD untuk nikahan anaknya,” tegasnya.

Bagiarti mengklaim, memiliki hubungan emosional yang dekat dengan Najmul Akhyar. Sebagai pengurus Partai Demokrat di KLU, ia juga mengenal tipikal kepemimpinan Najmul di Demokrat. Di mana Najmul, tidak pernah mencampuradukkan urusan keuangan pribadi di tubuh partai dan kader.

“Dan siapapun jadi bupati, seorang pejabat harus loyal pada atasannya dan saya pikir itu sah-sah saja. kecuali beliau memaksa dan memerintah semua SKPD untuk menyetor uang atau barang, baru itu salah,” pungkasnya. (ari)