Tersangka Pemerkosaan Pelajar SMP Dibekuk Polisi

Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio,SIK memberikan keterangan terkait penangkapan lima orang pelaku pemerkosaan pelajar di salah satu SMP di Kecamatan Sikur, Jumat, 21 Mei 2021.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Sebanyak lima orang pelaku pemerkosaan salah satu pelajar di SMPN di Kecamatan Sikur, RS (15), akhirnya dibekuk aparat kepolisian Polres Lotim. Penangkapan terhadap para pelaku setelah dilakukan proses penyelidikan oleh tim Puma Polres Lotim.

Diringkusnya kelima pelaku berawal dari penangkapan SN (18) asal Dusun Loang Sawak, Desa Lepak Timur, Kecamatan Sakra Timur. SN ditangkap saat tengah berwisata di pesisir Pantai Labuhan Haji, Rabu, 19 Mei 2021. Dari penangkapan iniz petugas pada Kamis, 20 Mei 2021 selanjutnya menangkap empat pelaku lainnya.

Iklan

Keempat pelaku di antaranya, SI (19) asal Repok Lepak Dusun Batu Tameng, Desa Gereneng Timur, Kecamatan, Sakra Timur, SA (34) asal Dusun Loang Sawak, Desa Lepak Lepak Timur, Kecamatan Sakra Timur dan MZ (22) asal Dusun Loang Sawak, Desa Lepak Timur, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lotim.

“Keempat pelaku pemerkosaan itu kita tangkap di sebuah di berugak milik warga di Desa Padak Guar, Sambelia. Satu orang pelaku masih buron, berinisial H (24) asal Sakra Timur,” terang Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio, SIK,MH., dalam jumpa pers di Mapolres Lotim, Jumat, 21 Mei 2021.

Diketahui bahwa, peristiwa pemerkosaan ini terjadi ketika pelaku, SN yang merupakan pacar korban, awalnya sedang menenggak minuman keras (miras) bersama lima pelaku lainnya. Salah seorang pelaku, yakni SA kemudian mengatakan bahwa dirinya ingin sekali bersetubuh.Tanpa berfikir panjang, SN kemudian menawarkan korban sekaligus pacarnya.

Sementara korban yang yang dikelabui dengan diajak jalan-jalan sempat menolak permintaan pelaku. Namun lantaran diancam diputuskan oleh pelaku, korban kemudian mengiyakannya. Pelaku kemudian membawa korban ke gazebo di sebuah persawahan di Repok Lepak dan langsung disetubuhi secara bergiliran.

“Dari kejadian ini, barang bukti yang diamankan berupa handphone milik pelaku serta sepeda motor milik pelaku yang digunakan menjemput korban,” sebutnya.

Terkait kasus ini, Kapolres Lotim yang didampingi Kasat Reskrim dan sejumlah tokoh agama, me menerangkan bahwa semua pelaku dijerat pasal 81 Jo Pasal 76d dan/atau Pasal 82 Jo. Pasal 76 e UU RI No. 35 Tahun 2014 perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional