Tersangka Pembobol Rekening Bank Muamalat Dilimpahkan ke Kejati NTB

Mataram (suarantb.com) – DN (36) tersangka kasus pembobolan rekening nasabah Bank Muamalat dijebloskan ke Lapas Mataram, Rabu, 12 Oktober 2016. Tindakan tersebut diambil setelah dilakukan pelimpahan beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum Kejati NTB. Kasus itu masuk dalam tahap penuntutan.

Kasubdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie menjelaskan, pelimpahan itu untuk kepastian hukum terdakwa setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti.

Iklan

“Yang bersangkutan kita serahkan ke JPU untuk dilakukan penuntutan. Pelimpahan itu juga menyertakan sejumlah barang bukti untuk keperluan penyusunan surat dakwaan,” ujarnya saat ditemui di Kejati NTB.

Darsono menambahkan, tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan sembari surat dakwaan itu tuntas disusun JPU Kejati NTB, Husnul Raudah SH. “Barang bukti yang diserahkan ada dokumen perbankan. Slip bukti penarikan,” terang Darsono.

1-2

Dalam kasus yang merugikan nasabah hingga Rp 9 miliar itu, Polda NTB telah menetapkan mantan Pegawai Bank Muamalat Mataram, DN sebagai tersangka, pada pertengahan Agustus lalu.

DN adalah mantan Sales Marketing Bank Muamalat Cabang Mataram yang bekerja sejak 2011. SOP bank diterobos tersangka. DN diduga sengaja membuat atau menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan atau dalam laporan transaksi saat melayani nasabah. Disebutkan pula, dugaan pengubahan transaksi.

DN dijerat dengan pasal 63 jo pasal 64 jo pasal 66 undang-undang nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 200 miliar.

DN mulai menjadi karyawan Bank Muamalat sejak 2003. Mengisi posisi sebagai senior marketing sebelum akhirnya dipecat Oktober 2015. Hingga kasus itu kemudian mencuat pada Januari 2016 lalu.

Tersangka DN memfasilitasi sejumlah nasabah yang menggunakan berbagai jasa perbankan, seperti deposito, fasilitas pinjaman, dan tabungan.

Pada 2011, terdapat beberapa nasabah yang berpotensi menyebabkan kredit macet. Untuk menutupi setoran kredit, tersangka mengambil dana dari setoran nasabah baru yang menggunakan jasa tabungan biasa dan deposito. (szr)