Tersangka Pasar Sambelia Dilimpahkan Hari ini

H.M. Juaini Taofik, Wasita Triantara. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) kembali melakukan pemanggilan terhadap dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan Pasar Sambelia tahun 2015 lalu. Pemanggilan kedua tersangka, LM dan H diagendakan Kamis, 19 November 2020 hari ini dengan agenda pelimpahan berkas tahap II ke  Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah berkas perkaranya dinyatakan P21 atau lengkap.

Dalam kasus yang bergulir cukup lama ini, LM pada saat itu bertindak selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan H selaku kontraktor dalam pembangunan pasar Sambelia di Dinas Perindag dan ESDM Lotim dengan nilai anggaran Rp1,9 miliar. Saat ini LM menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim dan sebelumnya mengemban amanah jabatan Kabag Adpem dan ULP serta Kepala Dinas PUPR Lotim.

Iklan

“Surat panggilan sudah kita layangkan, Senin lalu. Besok, (hari ini, red) pelimpahan dari penyidik ke Penuntut Umum. Pelimpahan ke Pengadilan,” terang Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lotim, Wasita Triantara kepada Suara NTB, Rabu, 18 November 2020.

Dalam penanganan perkara ini, lanjut Wasita, setiap tahapan harus diikuti untuk kelancaran. Proses setelah P21 kemudian penyidikan menyerahkan ke penuntut umum, barulah penuntut umum yang melimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram. “Untuk kedua tersangka selama proses penyidikan cukup kooperatif,” ungkapnya.

Penetapan tersangka hingga berkas dinyatakan lengkap sudah melalui proses yang cukup panjang. Mulai dari pemeriksaan saksi-saksi, alat bukti, hingga pemeriksaan terhadap kedua tersangka. Termasuk permintaan keterangan dari saksi ahli. “Intinya proses pemeriksaan sudah kita lakukan,” tambah Kajari Lotim, Irwan Setiawan Wahyuhadi.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik.,MAP, membenarkan sudah memanggil Kadis LHK Lotim, LM terkait kasus yang menjeratnya saat ini. Disinggung apakah dilakukan pencopotan dan pemberhentian sementara dari jabatannya, Sekda mengaku masih menunggu perkembangan selanjutnya karena selama ini belum ada hambatan dari yang bersangkutan terhadap pelaksanaan tugas sehari-harinya.

 “Wait and see, karena belum ada hambatan juga dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan,” pungkasnya. (yon)

Advertisement ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional