Tersangka Korupsi Pasar Sambelia Tidak Ditahan

H. M. Juaini Taofik (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lotim, Drs. H. M. Sukiman Azmy.,MM mengedepankan asas praduga tak bersalah menyikapi status tersangka yang menjerat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, LM dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan pasar Sambelia tahun 2015. Pasalnya, LM beserta berkasnya sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kamis, 19 November 2020, namun tidak dilakukan penahanan.

“Bupati tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sejauh ini belum ada hambatan dari yang bersangkutan untuk dipecat atau dinonjobkan,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik.,MAP saat dikonfirmasi Suara NTB.

Sekda mengaku pada dasarnya sangat menyayangkan adanya oknum pejabat di Kabupaten Lotim terjerat persoalan hukum. Namun pemerintah daerah dalam hal ini bupati tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Dalam arti LM tetap menjalankan tugas dan tidak dilakukan penahanan.

Kata Sekda, Pemda Lotim tetap menunggu proses hukum selanjutnya karena seluruh ASN di bawah binaan bupati, maka bupati memegang prinsip asas praduga tidak bersalah terhadap semua pembantunya dalam menjalankan roda pemerintah di daerah ini.

“Kecuali dalam proses hukumnya menggangu tugas sehari-harinya, maka barulah diambil tindakan apakah dipecat atau dinonjobkan,” tegas Sekda. Dia mengatakan jika yang bersangkutan sudah mengangkat penasehat hukumnya sendiri. Terkecuali yang bersangkutan tidak mampu mengangkat penasehat hukumnya, maka barulah Pemda menyiapkan menyiapkan bantuan hukum. “Kita melihat yang bersangkutan sudah mengangkat penasehat hukum,” sebutnya.

Dalam kasus dugaan Tipikor yang ditangani Kejari Lotim ini, terdapat dua orang tersangka yang sudah ditetapkan. Selain LM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pihak rekanan, H dari CV. PS juga ditetapkan tersangka dengan kerugian negara sebesar Rp241 juta berdasarkan penghitungan ahli dari BPKP dengan nilai proyek sebesar Rp1,9 miliar.

Kasi Pidsus Kejari Lotim, Wasita Triantara, menyampaikan jika kedua tersangka sudah memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10:00 Wita. Tersangka beserta berkas langsung dilimpahkan ke JPU untuk selanjutnya pelimpahan dari JPU ke Pengadilan Tipikor Mataram.

Dalam kasus ini, kata Wasita, pihak Kejari Lotim tidak melakukan penahanan karena yang bersangkutan selama proses hukum bergulir cukup kooperatif. “Kedua tersangka sudah kita limpahkan. Tapi kita tidak melakukan penahanan,” tutupnya.  (yon)