Tersangka Kasus Relokasi Lahan Banjir Kota Bima Diperiksa Tanpa Ditahan

Dedi Irawan. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Dua tersangka kasus korupsi pembebasan lahan relokasi korban banjir Kota Bima menjalani pemeriksaan. Peran para tersangka didalami lagi menurut kewenangannya. Dugaan korupsi itu mengakibatkan kerugian negara Rp1,7 miliar.

“Dua-duanya sudah diperiksa sebagai tersangka. Kita panggil, mereka datang kok ke sini (Mataram) dari Bima,” ungkap Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan dikonfirmasi Rabu, 5 Agustus 2020. Pemeriksaannya melengkapi pemeriksaan sebelumnya.

Iklan

Tersangka itu antara lain mantan Kadis Perkim Kota Bima HD selaku ketua panitia pengadaan lahan, dan pihak swasta broker lahan berinisial US. Dari catatan tim penyidik Pidsus, para tersangka baru diperiksa satu kali.

“Nanti kalau ada yang kurang mereka akan dipanggil lagi. Untuk sementara sudah cukup dulu pemeriksaannya,” imbuhnya.

Meski demikian para tersangka ini tidak ditahan.  Alasan subjektif penyidik diantaranya berkenaan dengan penanganan penyebaran virus Covid-19. Pandemi ini mensyaratkan setiap tahanan titipan untuk menjalani serangkaian tes Covid-19 sebelum dibolehkan menghuni sel.

“Selain itu juga mereka kooperatif. Ketika dipanggil mereka datang,” ucap Dedi.

Tersangka HD dan US diduga bersama-sama korupsi sehingga merugikan negara sebesar Rp1,7 miliar. Hal itu timbul dari kelebihan pembayaran pembebasan lahan di Sambinae, Kota Bima yang dianggarkan Rp4,9 miliar.

Pembebasan lahan itu untuk keperluan pembangunan rumah korban banjir Bima tahun 2016. Pembebasan lahannya seluas 7 hektare di area dengan kontur miring. Dalam proses pembebasannya pada November 2017, pemilik lahan diwakili tersangka US walaupun tanpa surat kuasa.

Tersangka US bernegosiasi dengan tersangka HD dengan harga lahan Rp11,5 juta per-are. Padahal warga pemilik lahan sudah sepakat di harga Rp6 juta sampai Rp9 juta per-are.  Selisih kelebihan pembayaran dari Pemkota Bima tersebut dinikmati tersangka US. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here