Tersangka Kasus Mentigi Bay Segera Dilimpahkan

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda NTB, Darsono Setyo Adjie (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Berkas tersangka dugaan pengeboran air tanpa izin Mentigi Bay, Malaka, Pemenang, Lombok Utara, dinyatakan lengkap. Tersangka berinisial BS, Direktur PT Greenland Property Lombok bakal dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie menyebutkan, kini pihaknya sedang menjadwalkan pelimpahan tersangka dan barang bukti.

Iklan

“Berkas P-21, setelah berkas lengkap nanti tersangka kita limpahkan ke jaksa,” ujarnya, Selasa, 8 Januari 2019 kemarin.

Penyidik sempat direpotkan tersangka sebab beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. Kala itu untuk keperluan memenuhi petunjuk jaksa. Kini berkas sudah lengkap. Selanjutnya pelimpahan tahap dua dan siap untuk diajukan ke persidangan.

“Sedang kita jadwalkan (pelimpahan tahap dua). Dalam waktu dekat,” kata Darsono. Tersangka tidak ditahan demi alasan hukum.

Tersangka dijerat dengan Pasal 15 Ayat (1) huruf b juncto Pasal 11 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Tersangka BS, diduga mengelola air tanah untuk kepentingan komersil. Sementara perusahannya bergerak di bidang konstruksi. Bahkan, izin investasi PT GPL lewat skema penanaman modal asing (PMA) sudah kadaluarsa tahun 2012 lalu.

Dalam penyidikan kasus ini, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda NTB sudah memeriksa sejumlah saksi. Diantaranya, Kepala Desa Melaka, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lombok Utara, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Lombok Utara, dan jajaran direksi dan komisaris PT GPL, serta ahli.

PT GPL mengantongi rekomendasi dari desa untuk mengurus perizinan ke instansi terkait pada Oktober 2017 lalu. Namun izin tidak kunjung terbit.

Hasil penyidikan, ditemukan adanya aktivitas pengeboran, pemasangan meteran, mesin pengolahan, dan jaringan perpipaan ke pelanggan. Pelanggannya ditarik ongkos per 28 meter kubik sebesar Rp25 ribu. (why)