Terpidana Silmi Bayar Pidana Denda Rp200 Juta

Jaksa penuntut umum Kejari Mataram menerima penyerahan uang pidana denda terpidana pungli dana bantuan masjid terdampak gempa Lombok 2018, Silmi, Senin, 12 April 2021.(Suara NTB/Kejari Mataram)

Mataram (Suara NTB) – Terpidana pungli dana bantuan masjid terdampak gempa Lombok H Silmi membayar pidana denda Rp200 juta, Senin, 12 April 2021. Pembayaran denda ini setelah putusan kasasinya berkekuatan hukum tetap. Dengan pembayaran denda ini, mantan pejabat Kanwil Kemenag NTB ini tidak perlu menggantinya dengan kurungan enam bulan.

Kepala Kejari Mataram Yusuf mengatakan, pembayaran denda ini berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI. “Mahkamah Agung memutus terpidana dipidana denda sebesar Rp200 juta. Ketentuannya apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan enam bulan,” jelasnya. Terpidana Silmi menyerahkan uang pidana denda di Kantor Kejari Mataram melalui penasihat hukumnya, Burhanudin yang didampingi keluarganya. Uang pidana denda diserahkan kepada jaksa penuntut umum. “Uang pembayaran denda ini kemudian kita setorkan ke kas negara sebagai PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kejari Mataram,” sebut Yusuf.

Iklan

Dalam putusan No.393.K/Pid.Sus/2020 tertanggal 13 April 2020, Mahkamah Agung RI mengabulkan kasasi yang dimohonkan jaksa penuntut umum. Majelis hakim kasasi membatalkan putusan Pengadilan Tinggi NTB dan mengadili sendiri yang bunyinya, menjatuhkan pidana penjara terhadap H Silmi selama empat tahun dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi NTB menjatuhkan vonis kepada Silmi dengan pertimbangan pasal 11 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP. Hakim banding menjatuhi Silmi dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun delapan bulan, denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan.

Sementara Pengadilan Negeri Mataram memvonis Silmi dengan penjara empat tahun penjara, denda Rp100 juta subsider dua bulan kurungan. Pada pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Mataram, H Silmi divonis penjara selama empat tahun dan denda Rp100 juta subsider dua bulan kurungan.

Silmi terbukti memerintahkan mantan Kasubag TU Kemenang Lombok Barat M Ikbaludin untuk memungut dana bantuan masjid terdampak gempa masing-masing sebesar 30 persen dari total dana yang diterima. Ikbaludin kemudian menyuruh pegawai KUA Gunungsari, Lalu Basuki Rahman untuk ikut memungut. Total dana yang berhasil dipungut dari 12 masjid di tiga kecamatan di Lombok Barat yakni Rp104 juta. Silmi dapat bagian Rp54,7 juta. Uang itu dikembalikan kepada Ikbal seolah-olah uang pinjaman. (why)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional