Terpidana Seumur Hidup Narkoba Kembali Beraksi, Jaksa Siapkan Tuntutan Hukuman Mati

BNN Provinsi NTB Desember lalu memusnahkan barang bukti kasus penyelundupan sabu dengan tersangka terpidana seumur hidup, Fery.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Narapidana kasus narkoba FF alias Fery diduga menjalankan bisnis sabunya dari dalam sel. Fery diduga melibatkan oknum petugas Bapas Sumbawa, AH (32) sebagai kurirnya. Fery yang sedang menjalani vonis pidana seumur hidupnya ini terancam hukuman lebih berat. ”Pelaku ini kan residivis. Apalagi narkoba yang diselundupkan tidak sedikit. Pantaslah dituntut hukuman mati,” kata Aspidum Kejati NTB Martiul akhir pekan lalu.

Fery sebelumnya sudah diadili September 2020. Majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram menjatuhinya vonis penjara seumur hidup. Kasus yang membawa Fery dipenjara seumur hidup yakni penyelundupan sabu 1,8 kg dari Aceh pada Januari 2020. ”Dia sudah jalani seumur hidup, bisa saja nanti kita tuntut hukuman mati,” imbuh Martiul.

Kasus kedua Fery terungkap pada Sabtu 31 November 2020. Tersangka AH yang berdinas sebagai Polsus Pas ini mengambil paket di kantor jasa pengiriman paket kilat di Alas, Sumbawa. Paket ini berisi sabu 49,52 gram. Dikirim dari Jakarta. Paket itu kemudian diambil tersangka SY. Seorang tukang ojek yang akan mengantarkan sabu milik AHW itu ke pemesan. SY ini ternyata kurir spesial. Di dalam motor SY juga ditemukan sabu 37,3 gram.

Sabu yang dibawa SY ini diduga merupakan pesanan Fery. Total barang bukti sabu yang disita sebanyak 86,9 gram. Fery ini baru divonis penjara seumur hidup pada Oktober lalu sebab terbukti menyelundupkan 1,97 kg sabu di dalam koper dari Aceh melalui Lombok International Airport, Praya, Lombok Tengah. Sementara napi AHW sedang menjalani vonis 13 tahun penjara. AHW tertangkap mengedarkan sabu pada tahun 2016 lalu. AHW ini baru menjalani empat tahun masa pidana penjaranya. “Berkasnya sekarang masih menunggu kelengkapan dari penyidik. Belum P-21,” tandas Martiul. (why)