Terpidana Kasus BPR Mulai Bayar Denda

Penyerahan pembayaran denda yang dilakukan oleh keluarga SM ke Kajari KSB. (Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB)– Terpidana kasus Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumbawa Barat, berinisial SM mulai membayar denda pidana sebesar Rp50 juta. Pembayaran tersebut sesuai dengan putusan hakim nomor 17/ Pid. Sus. Tpk/2020/ PN Mataram tanggal 19 Nopember tahun 2020 dengan hukuman satu tahun enam bulan subsider satu bulan.

“Dari keempat terpidana baru satu orang yang datang membayar denda dan uang tersebut nantinya akan langsung disetorkan ke kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak,” ungkap Kajari KSB kepada Suara NTB melalui Kasi Pidsus Aji Rahmadi SH., MH, Kamis, 8 April 2021. Pembayaran denda ini juga bisa menjadi pertimbangan untuk mengurangi subsider hukuman yang harus di jalani.

Iklan

Para terdakwa yang saat ini masih menjalani masa hukuman di Lapas Sumbawa tersebut bagi yang sudah membayar denda akan diberikan keringanan masa hukuman. Tentu pembayaran denda tidak sama dengan pembayaran uang pengganti. Karena pada prinsipnya uang pengganti merupakan kewajiban para terpidana untuk membayar. Sedangkan untuk denda bukan kewajiban, melainkan hak dari para terpidana yang akan berdampak adanya pengurangan subsider. ” Pembayaran denda berbeda dengan uang pengganti karena uang pengganti merupakan kewajiban,” sebutnya.

Adapun para terdakwa dalam kasus tersebut yakni Ida Komala dituntut pidana penjara selama satu tahun enam bulan, denda Rp50 juta subsider satu bulan. Sedangkan untuk uang pengganti tetap Rp127 juta subsider delapan bulan. Sri Mulyanti (SM) dituntut pidana penjara selama satu tahun enam bulan dan denda Rp50 juta subsider satu bulan. Hardianto dituntut pidana penjara satu tahun empat bulan dan denda Rp50 juta subsider satu bulan. Sementara Sulityawati dituntut pidana penjara satu tahun dan denda Rp50 juta subsider satu bulan. (ils)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional