Terpapar Covid-19, Tiga Guru Meninggal dan Tujuh Guru Masih Dirawat

0
Achmad Dewanto Hadi (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Melonjaknya kasus paparan virus Corona (Covid-1) di Kabupaten Lotim tak luput menyasar dunia pendidikan di daerah ini. Dari catatan Dinas Dikbud Lotim, terdapat tiga guru meninggal dunia akibat Covid-19, sementara tujuh guru sampai saat ini masih menjalani perawatan medis.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Achmad Dewanto Hadi, Minggu, 8 Agustus 2021.

IKLAN

Ia menyebutkan, beberapa minggu ini terakhir tercatat tiga orang guru yang meninggal dunia akibat Covid-19 yaitu guru di Kelayu Utara dan guru di Suralaga yang merupakan guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dari kejadian itu, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Lotim, H. M. Sukiman Azmy, yang juga Bupati Lotim menginstruksikan supaya satuan pendidikan untuk ditutup sementara. Termasuk dengan mempertimbangkan adanya tujuh orang guru di Kecamatan Sakra, Selong, Wanasaba dan beberapa kecamatan lainnya yang terkonfirmasi Covid-19.

 “Jumlah guru kita yang meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak tiga orang. Sedangkan yang masih dirawat positif Corona tujuh orang,” sebut Dewanto Hadi.

Kejadian ini, lanjut dia, ditemukan berdasarkan hasil evaluasi pasca dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021 yang dimulai per tanggal 12 Juli lalu. Sehingga selama sekitar dua pekan evaluasi dan temuan itu, PTM ditutup sementara untuk keselamatan guru dan siswa.

 “Tanggal 12 Juli dimulai pembelajaran tatap muka. Dan adanya guru yang terpapar Covid-19 ini terjadi di minggu kedua dari hasil evaluasi kita,” terangnya.

Untuk itu, dari hasil pertimbangan bupati karena intensitas dunia pendidikan yang cukup tinggi, sehingga PTM di Kabupaten Lotim ditutup sementara. Terlebih Dikbud Lotim berpedoman kepada surat edaran empat menteri, yaitu kesehatan dan keamanan seluruh warga sekolah guru dan siswa mejadi prioritas utama.   “Ketika ada risiko baik kepada guru dan siswa. Maka tindakan cepat dan tepat harus kita ambil, salah satunya berupa menutup sementara PTM,” pungkasnya. (yon)