Terowongan di Jalan Nasional Menuju BIL Masih Langganan Banjir

Pengendara melewati genangan di  terowongan jalan nasional menuju BIL, Jumat, 28 Juni 2021.

Giri Menang (Suara NTB) – Terowongan terakhir yang ada di ruas jalan bebas hambatan menuju bandara yang masuk wilayah Desa Bajur Kecamatan Labuapi, Lombok Barat (Lobar), hingga kini masih menjadi langganan genangan banjir saat hujan. Kondisi ini pun dikeluhkan pengendara dan warga sekitar.

Kondisi ruas jalan itu dinilai membahayakan pengendara yang melintas. Pantauan Suara NTB, saat hujan turun menunjukkan, genangan air di terowongan itu terbilang cukup tinggi. “Ini kan persimpangan, jadi bahaya sekali kalau ada genangan. Kita mau berhenti turunkan kaki tapi airnya lumayan tinggi, kita pasti basah,” keluh salah seorang pengendara, Erna, yang melintas di kawasan itu.

Iklan

Kondisi itu pun diakui oleh kepala desa Bajur, Husni, bahwa genangan itu cukup membahayakan karena berada tepat di persimpangan jalan. Kendati sudah pernah diperbaiki oleh pihak Balai Jalan Nasional (BJN) yang memiliki wewenang, tapi hal itu dinilai belum maksimal. “Sangat membahayakan itu, biar hujannya ndak lebat, air di sana tetap naik dan menggenang. Kerena salurannya juga kecil,” ucap Husni, Jumat, 2 Juli 2021.

Ia menuturkan bahwa kondisi itu berlangsung sudah cukup lama. Bahkan dirinya mengatakan sejak mulai dioperasikannya ruas jalan tersebut. “Sudah kita koordinasikan dengan pengamat pengairan, tapi kan alasan mereka dulu, bahwa ini proyek pusat dan gambarnya memang seperti itu,” imbuhnya. Ia pesimis persoalan itu dapat segera teratasi, apalagi pihaknya sudah kerap kali bersuara. Terlebih pihak yang memiliki wewenang sudah pernah memberikan penanganan. Namun, tidak mengubah situasi ketika kawasan itu diguyur hujan.

“Menurut informasi orang yang kemarin disuruh masuk ke saluran air di terowongan itu, ada letter U nya yang turun satu,” tuturnya, sehingga hal itu yang menyebabkan airnya tidak bisa mengalir dan menggenang di titik tersebut. Termasuk persoalan sampah yang kerap kali menumpuk di kawasan itu. “Sangat memprihatinkan, seharusnya jalan nasional jangan sampai seperti itu,” keluh Kades Bajur ini.

Sementara itu, Kadis PUPR Lobar, Made Arthadana mengaku akan segera berkoordinasi dengan BJN. “Saya konfirmasi lagi ke Balai Jalan, karena sudah pernah ditangani. Tapi mungkin belum maksimal,” jawabnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional