Terminal Wajibkan Penumpang Bebas Covid-19

Pengelola Terminal Dara Kota Bima, saat mengecek surat bebas Covid-19 dan sertifikat vaksinasi dari penumpang tujuan luar Provinsi NTB, Senin, 12 Juli 2021.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Manajemen Terminal Dara Kota Bima, mewajibkan setiap penumpang yang hendak berangkat keluar Provinsi NTB, mengantongi surat keterangan bebas Covid-19. Ditandai kepemilikan hasil rapid antigen atau sertifikat vaksinasi dari Fasilitas Kesehatan (Faskes).

Kepala Terminal Dara, Abuzar kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Senin, 12 Juli 2021 menyampaikan, langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan darurat pada sejumlah wilayah di Indonensia. “Bekaitan dengan kebijakan PPKM, sekarang kita perketat pemeriksaan persyaratan perjalanan di terminal,” ungkapnya.

Iklan

Persyaratan perjalanan dimaksud, terutama bagi penumpang dengan tujuan luar provinsi seperti Bali dan Pulau Jawa, yakni berupa dokumen hasil rapid antigen yang menyatakan mereka bebas Covid-19. Atau bukti sertifikat telah mengikuti program vaksinasi dari faskes milik pemerintah maupun swasta.

Selama pengecekan berlangsung, Abuzar mengaku, tak sedikit penumpang belum melengkapi diri dengan bukti-bukti tersebut. Karenanya, mereka diberikan surat peryataan dan wajib melakukan pemeriksaan kesehatan di Pulau Lombok.

Bagi penumpang Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), pengecekan semacam itu tidak dilakukan dengan alasan daerah ini zona oranye Covid-19, artinya resiko penularan masih tergolong rendah. Meski begitu, setiap penumpang wajib mematuhi protokol kesehatan. “Tujuan Mataram belum kita lakukan pemeriksaan syarat perjalanan seperti penumpang keluar NTB. Akan tetapi karena ada informasi Kota Mataram PPKM Darurat, kita masih koordinasi dengan pihak keamanan termasuk Satgas Covid-19,” ujarnya.

Selain penumpang, supir dan kondektur Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) wajib mengantongi surat keterangan bebas Covid-19 dan sertifikat vaksinasi. Dan hasil rapid atigen tersebut, tegas dia, tidak saja dari daerah melainkan luar untuk memastikan mereka tidak menjadi sumber penularan setelah bertolak dari provinsi-provinsi lain di Indonesia. “Waktu pulang mereka harus kantongi juga hasil rapid antigen dari luar provinsi, jagan sampai mereka yang bawa Covid-19 ke daerah” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional