Terlibat Politik Praktis, ASN Terancam Dipecat

Mataram (suarantb.com) – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi NTB yang ketahuan terlibat dalam politik praktis menjelang Pilkada serentak 2018 terancam diberhentikan. Penekanan ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, H. Fathurrahman, Senin, 23 Oktober 2017.

“Bisa jadi kalau dia tergantung tingkat pelanggarannya bisa ada pemecatan dan juga diturunkan pangkat. Jadi harus ada netralitas terhadap pelaksanaan pilkada nanti,” bebernya pada awak media.

Iklan

Fathur menjabarkan pelarangan keterlibatan ASN dalam politik praktis tercantum dalam PP Nomor 53 tahun 2010, PKPU dan Perpu 10 tahun 2014. Sehingga meski masih belum masuk tahapan pilkada, secara etika akan tetap dilakukan peneguran jika ada laporan keterlibatan ASN dalam politik praktis.

“Tetapi secara etika tetap kita lakukan peneguran terhadap yang bersangkutan kalau ada laporan. Belum ada laporan kalau dari kita. Intinya itu kan laporan itu harus resmi juga dari Bawaslu juga, harus dari lembaga yang berkompeten. Kan tidak sembarang laporan juga kita terima,” sahutnya.

Ditanya tentang teguran yang diberikan, masih bersifat teguran lisan. Namun, pihaknya akan segera mengeluarkan edaran berupa intruksi Gubernur tentang ketetapan keterlibatan ASN selama pilkada.

“Sebentar lagi ada instruksi yang kita keluarkan surat edaran Pak Gubernurlah begitu. Berkaitan dengan pelaksanaan ini kepada seluruh kabupaten/kota nanti di sana sudah jelas. Sudah naik ke Pak Gubernur tinggal ditandatangani,” katanya.

Isi dari instruksi tersebut dijelaskan Fathur akan menekankan tentang tingkat pelanggaran yang dilakukan termasuk jenis sanksi yang akan diterima. Mulai dari sanksi ringan, sedang hingga berat.

Mengenai nama Kepala Dinas Perdagangan NTB, Putu Selly Andayani yang disebut-sebut akan maju pilkada, dikatakannya belum ada pernyataan pasti  diterima BKD. “Dia kan bukan kehendaknya, masih dari arus bawah. Tapi secara ASN dia tidak pernah mengungkapkan dia akan maju, tapi dari arus bawahlah atau apa itu kita ndak tau,” tandasnya. (ros)