Terlibat Jual Beli dan Kuasai Aset, Bupati Lobar Tak akan Beri Ampun

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Sekda H. Baehaqi dan jajaran OPD terkait mengecek arsip aset di Akusisi Pemeliharaan dan Penyimpanan Arsip Daerah Lobar, Rabu, 2 September 2020. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) mengakui banyak aset daerah yang sudah berhasil ditertibkan. Namun tidak sedikit juga aset daerah diduga dikuasai dan diperjualbelikan oleh oknum. Bupati pun menegaskan, tidak ada ampun bagi oknum yang terlibat baik di internal pemda maupun di luar (warga).

Ditemui di sela-sela meninjau aset arsip Lobar di Gedung Akusisi Pemeliharaan dan Penyimpanan Arsip Daerah Lobar, Rabu, 2 September 2020 bupati menegaskan pihaknya akan melakukan jihad aset, yakni untuk menyelamatkan semua aset daerah. Bahkan, dirinya akan berusaha maksimal dan sekuat tenaga untuk mengembalikan lagi ke Pemda Lobar.

Iklan

“Kita kasih mereka (Bagian Arsip, red) tugas khusus untuk mencari semua dokumen-dokumen aset daerah yang tidak bergerak termasuk yang ada di bawah penguasaan orang, yang sedang dipermasalahkan orang dan yang sudah dimenangkan oleh orang. kita cari, dan berusaha kita kembalikan ke pemda. Ini kan kita butuh bukti back up bahwa itu milik daerah, bukti itu ya arsip,”  tegasnya.

Menurut Fauzan, karena kurang optimalnya pengarsipan dan jumlah aset yang banyak, baik yang tidak bergerak, maka dengan adanya Tim Jihad Aset ini akan bisa menyelamatkan dokumen aset Pemda Lobar.”Kekurangan itu yang akan kita tutupi, kita akan berikan semangat kepada arsiparis dan kita juga insya Allah akan berikan bonus berupa umrah insya Allah jika bisa menemukan dokumen aset pemda,” tutur Fauzan.

Bupati menyampaikan upaya mengembalikan aset Lobar akan didukung penuh oleh pihak kepolisian, aparat hukum, termasuk oleh TNI. Lebih jauh ditegaskan, pihaknya tidak akan memakai perasaan melaporkan oknum yang bermain di aset. Hal ini untuk memberi efek jera bagi oknum.  “Kita juga akan tegas, kita tidak akan menggunakan perasaan melaporkan orang-orang yang bermain di aset daerah ini biar ada efek jera,” tegas Fauzan.

Beberapa aset yang sudah ditemukan dan diselamatkan seperti aset lahan di AMM Mataram, Kuripan 10 hektare dan Sekotong seluas 38 hektare. Pihaknya pun sudah turun ke beberapa daerah yang ada aset bermasalah, seperti di Gegelang, Batu Mekar, Duman, Batu Kumbung, Saribaye.

Kepala BPKAD Lobar, Fauzan Husniadi mengatakan pihaknya tidak menggunakan perasaan dalam penanganan aset bermasalah, bahkan pihaknya mendesak APH mengusut tuntas persoalan aset yang tengah diusut. “Kami mendesak APH mengusut tuntas, persoalan aset ini untuk menyelamatkan aset ini,” tegas dia. Salah satunya, persoalan aset di Selat Narmada yang diusut oleh Polda NTB. “Kami dorong agar diusut,” tambahnya.

Ia menyebut, ada 10 titik aset yang saat ini tengah dikuasai dan dijual oleh oknum. Aset ini tersebar di beberapa kecamatan, terbesar ada di Narmada. Sejauh ini pihaknya mampu menyelamatkan aset lahan senilai Rp 200 miliar. “Ada 10  titik kami upayakan segera selamatkan, ada dikuasai dan dijual oknum,”tegas dia.  (her)