Terlambat, Ratusan Pelamar CPNS Langsung Gugur

Ilustrasi seleksi CPNS. (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sebanyak 102 pelamar CPNS di Kabupaten Sumbawa langsung gugur hingga hari kelima pelaksanaan seleksi. Mengingat pelamar tersebut tidak dapat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) karena datang terlambat.

 “Peserta yang tidak hadir untuk mengikuti tes CPNS sampai dengan hari ke lima sesi lima sebanyak 102 orang. Hampir semua karena mereka datang telat. Karena SOP BKN itu, misalnya contoh sesi pertama dimulai jam 08.00. Batas waktu terakhir untuk dilakukan registrasi PIN jam 07.55. Lewat dari itu adminsitarasi sudah tidak bisa dilakukan, PIN sudah tidak bisa keluar karena sudah diblok servernya,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Pengadaan dan Kesejahteraan Aparatur, Budi Sastrawan, Selasa, 4 Februari 2020.

Iklan

Dijelaskannya, untuk mengantisipasi keterlembatan tersebut, sebelumnya pihaknya sudah mengingatkan para pelamar melalui pengumuman. Di mana diminta untuk hadir satu jam sebelum pelaksanaan seleksi.

Hal ini juga memudahkan pelamar jika lupa membawa KTP ataupun kartu ujian. Jika datang terlambat, maka akan membutuhkan waktu yang lama dan tidak bisa mengejar waktu pelaksanaan seleksi.

“Kan bisa saja lupa bawa KTP atau kartu ujian, banyak seperti itu kasusnya. Kalau yang datang mepet sudah mau ujian kita tidak bisa bantu. Kalau misalnya dia satu jam sebelumnya dia datang ada yang dilupakan, seperti KTP atau kartu ujian, kami masih bisa bantu di sini cetak kartu ujian, atau kita ambil KTP di akunnya. Tapi itu membutuhkan waktu. Kalau datang di waktu mepet ya sulit,” ungkapnya.

Bagi pelamar yang akan mengikuti seleksi di hari selanjutnya, diingatkan paling tidak satu hari sebelum seleksi sudah melakukan persiapan. Kemudian hadir di lokasi paling tidak satu jam sebelum pelaksanaan seleksi. Adapun terkait dengan pakaian, untuk laki-laki mengenakan kemeja putih dan celana hitam kain serta sepatu. Kemudian perempuan juga putih hitam dengan atasan jilbab hitam polos.

Sementara ini, lanjutnya, yang sudah mengikuti SKD hingga hari ke lima sebanyak 2.398 pelamar. Dari jumlah itu, dinyatakan lulus passing grade sebanyak 607 pelamar. Sedangkan yang tidak lulus passing grade sebanyak  1.791 pelamar. Pelaksanaan SKD sendiri akan berlangsung hingga 13 Februari 2020. “Ini sudah masuk hari ke enam. Tinggal sembilan hari lagi sampai dengan tanggal 13 Februari,” terangnya.

Terkait pelamar yang lulus passing grade, dimungkinkannya akan terus bertambah. Bahkan diprediksi jumlahnya di tahun 2020 ini akan lebih banyak dibandingkan tahun 2019 lalu.

“Melihat tren dari hari pertama sampai hari keenam ini, kami optimis yang lulus passing grade akan bertambah jumlahnya dibandingkan tahun lalu. Karena tahun kemarin sampai hari ke tiga belum ada yang lulus passing grade. Tahun ini di hari pertama saja sudah banyak yang lulus passing grade, terutama di sesi pertama,” tukasnya. (ind)