Terlalu Bising, Sejumlah Tempat Hiburan di Senggigi Terancam Ditutup

Giri Menang (Suara NTB) – Tempat hiburan malam di wilayah Senggigi melanggar batas ambang kebisingan bahkan melampaui 80-75 desibel, sementara standar batas ambangnya 55 desibel. Akibat kebisingan yang ditimbulkan dari THM ini mengganggu pengunjung yang menginap di sejumlah hotel di kawasan setempat.

Pengelola THM inipun sudah ditegur, namun belum ada iktikad baik melakukan penyesuaian batas ambang kebisingan seuai standar. Jika tetap bandel, maka THM ini pun terancam dicabut izinnya. “Polusi suara (kebisingan) di tempat hiburan “P” dekat Aruna Hotel saya sudah tegur itu,“ tegas Kepala Dinas Pariwisata Ispan Junaidi, M.Ed., Kamis, 18 Mei 2017.

Iklan

Kasus sebelumnya hiburan di depan Hotel Puri Sharon, bahkan kebisingannya jauh di atas standar. Pihaknya pun melakukan tindakakan tegas melakukan teguran hingga saat ini hiburan itu sepertnya berhenti beroperasi.

Terkait penanganan masalah pariwisata tidak mungkin hanya ditangani Dinas Pariwisata, namun kolaborasi dengan SKPD lain. Misalnya sampah di kawasan wisata ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH).

Terkait parkir ditangani Dinas Perhubungan dan terkait pengamanan ada instansi Dinas Pol PP dibantu aparat. Menurutnya, perlu berkolaborasi untuk membangun pariwisata.

Kepala Dinas LH Lobar, H. L. Surapati menyatakan, terkait adanya keluhan kebisingan ini akan ditindaklanjutinya. Pihaknya sudah membentuk tim untuk segera turun ke lapangan melakukan tes kebisingan. Di Dinas LH ada alat untuk uji kebisingan.

“Kami sudah bentuk tim untuk segera turun uji kebisingan,” tegasnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here