Terkonfirmasi Positif Covid-19, Chika Tetap Bisa Mendaftar, tapi Tidak Bisa Hadir di KPU

Maman, Arifuddin.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) -Bakal calon wakil Bupati Dompu berinisial I (34) alias Chika terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab. Kendati dinyatakan positif Covid-19, Chika tetap bisa mendaftar ke KPU bersama pasangannya, tapi ia tidak bisa hadir di KPU. Ia pun memilih menjalani isolasi mandiri di kediamannya selama 10 hari. Keluarganya serumah akan dilakukan tes swab untuk memastikan terkontaminasi atau tidak.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maman, SKM., MMKes., yang dikonfirmasi, Sabtu, 5 September 2020 kemarin membenarkan satu di antara dua pasien positif baru yang dirilis tim gugus tugas Provinsi NTB pada Jumat, 4 September 2020 merupakan Chika, bakal calon Wakil Bupati Dompu. “Iya, benar (Chika),” kata Maman.

Iklan

Setelah dinyatakan positif Covid-19, Chika langsung menjalani isolasi mandiri di kediamannya. Sesuai ketentuan, ia harus menjalani isolasi mandiri selama 10 hari. Selama masa isolasi, ia tetap dalam pengawasan dokter dan tenaga medis dari puskesmas Dompu Barat maupun dari dokter spesialis di RSU Kabupaten Dompu. “Kondisi ibu Chika baik – baik saja, tanpa gejala,” jelas Maman.

Maman mengatakan, pengambilan sampel Swab terhadap Chika ini dilakukan pada Rabu, 2 September 2020 sekitar pukul 17.00 Wita. Pada hari itu, tidak hanya Chika yang diambil sampel Swabnya. Tapi juga Hj. Eri Ariyani, H Ichtiar, SH., dan Kader Jaelani.

“Ibu Chika paling terakhir. Pukul 4 itu yang lain. Ibu Chikanya sekitar pukul 5. Karena beliau turun dari pesawat langsung menuju rumah sakit kalau tidak salah kemarin. Beliau dari Jakarta atau dari Mataram. (Sampelnya) dibawa ke Sumbawa bersamaan, malam hari itu (diperiksa Laboratirium Genetik Sumbawa Technopark),” kata Maman.

Ia pun menegaskan, tidak ada nuansa politis dibalik hasil laboratorium ini. Semua tahapan pengambilan sampel hingga hasil swab tersebut dijalankan secara profesional. Pemeriksaan sampel swab tersebut dilakukan di Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark dan pengambilan sampel oleh RSU Dompu. “Tidak akan tertukar (sample swab), karena memang orang mengerjakan itu secara profesional. Begitu diambil itu, langsung dikasi kode masing-masing. Tidak akan mungkin tertukar,” tegasnya.

Tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Dompu melalui Dinas Kesehatan melakukan penelusuran kontak terhadap keluarga. “Kami utamakan yang satu rumah dulu dengan beliau (untuk tes swab) dan besok insya Allah kami ambil sampel swabnya,” ungkapnya.

Ketua KPU Kabupaten Dompu, Drs Arifuddin yang dikonfirmasi, terkait bakal calon yang dinyatakan positif Covid-19 mengatakan, tetap bisa didaftarkan sebagai pasangan calon. Tapi tidak bisa hadir ke KPU. “Bakal calon yang dinyatakan positif Covid-19, tetap bisa mendaftar ke KPU. Tapi tidak hadir saat pendaftaran ke KPU karena sedang menjalani masa isolasi sesuai protokol Covid,” kata Arifuddin, Jumat, 4 September 2020 sore.

Ketentuan bakal calon harus membawa hasil Swab saat mendaftar, kata Arifuddin, bagian dari upaya pencegahan penyebaran virus corona. Ketika ada calon yang terjangkit virus corona, dapat dilakukan pencegahan. “Itulah fungsi hasil Swab yang harus dibawa Paslon saat daftar, supaya ada upaya pencegahan,” katanya.

Sementara Chika yang dihubungi melalui sambungan telponnya sejak Jumat, 5 September 2020 malam tidak mengangkat telponnya. Pertanyaan lewat WhatsApp juga terlihat sudah centang dua, tapi belum ada tanda sudah dibaca. Begitu juga dengan H. Syaifurraman Salman, SE., M.Si., yang dimintai tanggapannya soal ini, tidak memberikan jawaban. (ula)