Terkonfirmasi Covid-19, Ibu Hamil di Loteng Meninggal Dunia

Pasien Covid-19 RSUD Praya yang meninggal dunia terus bertambah. Senin kemarin tambahan dua pasien Covid-19 meninggal dunia. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Korban akibat Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus bertambah. Sejak Minggu, 2 Mei 2021  hingga Senin, 3 Mei 2021, total ada tambahan tiga pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Praya meninggal dunia. Satu di antaranya He, warga Nunang Utara Janapria yang baru berusia 25 tahun meninggal dunia bersama anak yang dikandungnya. Sedangkan dua pasien lainya asal Desa Marong Praya Timur serta Presak Batukliang, sudah berusia lanjut

“Pagi ini (Senin kemarin) kita mendapat tambahan dua pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Beberapa jam sebelumnya pada Minggu malam kemarin, satu pasien ibu hamil meninggal dunia bersama bayi yang masih dalam kandungan. Ini kondisi rill kita hari ini,” terang Humas Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD Praya, dr. Yudha Permana, SpDV., kepada Suara NTB, Senin, 3 Mei 2021.

Iklan

Dengan tambahan tiga pasien yang meninggal dunia tersebut, maka total pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Praya yang meninggal dunia sejak bulan Januari kemarin hingga bulan Mei ini sudah 61 orang pasien. Jika dikalkulasikan dengan pasien meninggal selama tahun 2020 lalu sebanyak 19 orang, maka total sudah 80 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Itu belum termasuk pasien warga Loteng yang meninggal dunia di rumah sakit lainnya, di luar RSUD Praya.

Ia mengatakan dalam sepekan terakhir kasus kematian pasien Covid-19 mengalami lonjakan cukup tinggi dengan angka kematian satu pasien Covid-19 orang per harinya. Sementara untuk tambahan pasien baru dari puskesmas atau rumah sakit lain sebanyak tiga orang per hari. Sedangkan yang rujukan mandiri bisa  mencapai dua orang per hari dengan gejala Covid-19.

“Untuk saat ini jumlah pasien Covid-19 yang tengah dirawat di RSUD Praya sebanyak 25 orang. Dengan enam pasien suspect Covid-19 dengan gejala berat atau kondisi kritis. Ditambah 15 pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan,” jelasnya. Sisanya sebanyak empat pasien masih dinyatakan suspect Covid-19.

Terkait lonjakan pasein Covid-19 tersebut, Penjabat Sekda Loteng yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Loteng, Drs. H.L. Idham Khalid, M,Pd., mengaku kondisi masyarakat yang sudah sangat abai dengan protokol kesehatan menjadi salah satu penyebabnya. Bahkan masyarakat beranggapan kalau Covid-19 sudah tidak ada. Meski nyatakan pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Untuk itu, Satgas Covid-19 Loteng tengah menyusun rencana aksi yang lebih tegas. Dalam rangka mendorong disiplin masyarakat untuk menerapkan protokol Covid-19. “Kalau sosialisasi terus kita lakukan. Tapi mungkin perlu langkah-langkah yang lebih tegas lagi, itu yang sedang kita bahas bersama dengan aparat terkait,” terangnya.

Diakuinya, pengetatan penerapan protokol Covid-19 harus dilakukan. Supaya masyarakat tidak semakin abai menerapkan protokol Covid-19 yang berimbas pada meningkatkan kasus Covid-19. Namun apapun yang dilakukan pemerintah tetap tidak akan bisa maksimal jika tidak didukung oleh masyarakat. Jadi peran masyarakat dalam upaya menekan kasus Covid-19 sangat diharapkan. (kir)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional