Terkendala Kesiapan Bandara

H.Zulkieflimansyah (Suara NTB/ist)

GUBERNUR NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., mengatakan Pulau Moyo dan Tambora cukup layak menjadi lokasi balap Motocross dunia atau MXGP. Namun kesiapan bandara di Pulau Sumbawa masih menjadi kendala, karena belum bisa didarati pesawat berbadan lebar jenis boeing 777.

‘’Pulau Moyo dan Tambora layak jadi lokasi. Karena dari segi landscape daerahnya segala macam itu, memang cocok. Dan mereka nggak perlu bikin sirkuit. Buka hutan, jumping-jumping,’’ ujar Gubernur dikonfirmasi di Pendopo, Selasa, 30 November 2021.

Iklan

Disebutkan jumlah penonton MXGP mencapai 300 ribu orang. Logistiknya juga jauh lebih besar dibandingkan World Superbike (WSBK). Sehingga membutuhkan kesiapan bandara yang dapat didarati pesawat boeing 777.

‘’Ternyata (bandara di Pulau Sumbawa) belum siap. Itu dah kendalanya. Dengan kendala itu hampir pasti memang di Pulau Lombok diselemggarakan. Karena logistiknya sangat besar,’’ terang Gubernur. Sehingga, katanya, penyelenggaraan MXGP akan dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Di dalam KEK juga banyak kemudahan-kemudahan yang akan didapatkan penyelenggara. ‘’Jadi kemewahan KEK itu jadi penarik,’’ jelasnya.

Gelaran MXGP Indonesia di NTB akan dilaksanakan 29 Juni 2022. Untuk itu, Gubernur mengatakan dirinya terbang ke Jakarta bertemu dengan PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Selasa (30/11) sore.

Karena ada kaitan dengan komitmen dana awal atau commitment fee yang akan disetorkan ke penyelenggara MXGP. Dan besarannya tidak sedikit. Gubernur menyebutkan, untuk gelaran MotoGP dalam satu kali balapan, ITDC harus menyetorkan commitment fee sekitar Rp100 miliar.

Dalam gelaran WSBK beberapa waktu lalu, commitment fee yang dibayarkan sebesar Rp49 miliar untuk sekali penyelenggaraan. ‘’Tapi country branding-nya jauh lebih besar dari investasi itu,’’ tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional