Terkendala Dana, Bupati Akui 17.308 Unit RTG Belum Terbangun

H. Najmul Akhyar (Suara NTB/dok)

Tanjung (Suara NTB) – Rumah warga korban gempa tahun 2018 yang belum terbangun di Kabupaten Lombok Utara (KLU) cukup banyak. Jumlahnya mencapai 17.308 unit. Sedangkan jumlah rumah yang sudah terbangun, mencapai 41 ribuan.

Hal itu dikatakan Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., saat menjawab pertanyaan fraksi-fraksi DPRD, Senin, 6 Juli 2020.

Iklan

Fraksi Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berpandangan, jika pemerintah daerah serius dalam menangani percepatan RTG maka dalam jangka waktu 2 tahun, rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan masyarakat korban gempa terselesaikan.

Menanggapi itu, Najmul menyampaikan dari kalkulasi dan perhitungan diperkirakan 2 tahun itu, dinilai agak berat. Pasalnya, dalam perjalanan rehabilitasi dan rekonstruksi di KLU berjalan dengan berbagai dinamika yang terjadi. Mulai dari data yang diusulkan sejumlah 70-an ribu untuk semua kategori (rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan) reviu BNPB mencatat penurunan menjadi 55.710 unit. “Dari 55.710 unit, yang sudah terbangun sebanyak 41 ribuan rumah dari semua klasifikasi,” sebutnya.

Ia tak menyangkal, terdapat sekitar 17.308 rumah yang masih belum terbangun dan belum direhab dikarenakan belum ada anggaran. Namun Pemda melalui BPBD KLU, terus melakukan koordinasi atas kekurangan anggaran yang ada.

“Alhamdulillah baru-baru ini, BPBD sudah mengusulkan kembali kepada BNPB agar kekurangan anggaran untuk melanjutkan pembangun dan perbaikan RTG tersebut dapat segera dipenuhi,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemda Lombok Utara juga berupaya untuk mempercepat progres rehab rekon RTG bagi warga yang sudah masuk dalam SK. Sebanyak 360 orang fasilitator telah di-SK-kan guna mendampingi proses di lapangan. (ari)

  Polres Lobar Usut Dana RTG Tiga Pokmas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here