Terkendala Banyak Masalah, Industri Garam Butuh Inovasi Teknologi

Foto bersama Rektor UTS, Chairul Hudaya dan jajarannya di Industri Garam Labuhan Bontong Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Rabu, 24 Februari 2021.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Salah satu potensi besar yang dikembangkan di Sumbawa adalah industri garam. Namun petani garam selama ini terkendala berbagai macam masalah. Makanya dibutuhkan sentuhan inovasi teknologi.

Demikian disampaikan Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph. D, Kamis, 25 Februari 2021. Setelah sehari sebelumnya, mengunjungi Industri Garam Labuhan Bontong Kecamatan Tarano bersama jajarannya. Untuk melihat potensi industrialisasi garam yang sekiranya dapat dikolaborasikan dengan UTS. Mengingat salah satu potensi besar Sumbawa adalah industri garam. Dengan garis pantai Sumbawa yang luas.

Iklan

Namun, lanjut Charul, petani garam selama ini terkendala dengan berbagai macam masalah. Semuanya bermuara pada harga beli yang cenderung berfluktuasi. Harga ini sangat erat korelasinya dengan kualitas dari bahan baku garam yang dihasilkan. Dan kualitas ini sangat tergantung dengan inovasi teknologi.

Untuk membantu menguraikan permasalahan ini, UTS dalam waktu dekat akan membentuk Pusat Studi Industri Garam (PSIG) bersama Diskoperindag dan Dislutkan Sumbawa. Yang nantinya secara serius membantu petani mengembangkan potensi ini. “Terlebih, Pemda sudah memiliki Pabrik Pengolahan Garam yang dalam waktu dekat akan beroperasi,” terangnya.

Kedepan, dengan adanya PSIG dapat  menjadi wadah bagi mahasiswa atau pun tenaga pengajar/dosen untuk pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat yang berfokus di bidang garam. Selain itu, melalui kerjasama yang terjalin dengan pemerintah daerah dan instansi terkait di masa mendatang garam yang dihasilkan Desa Labuhan Bontong atau industri garam Sumbawa bisa berkontribusi dalam pergaraman nasional.

Sementara itu, Kabid Perindustrian Diskoperindag Sumbawa, Andi Kusmayadi M.Si mengapresiasi gebrakan yang dilakukan UTS. Melalui kolaborasi ini nantinya, akan menciptakan 2 jenis garam yaitu garam industri dan garam konsumsi. Dua jenis garam ini tentu akan di produksi di pabrik pengolahan garam desa Labuhan Bontong.

Andi berharap, kerjasama dengan UTS ini dapat membuahkan hasil yang maksimal. Kedua jenis garam yang hasilkan dapat mempunyai daya saing dan nilai jual yang tinggi. Tentu hal tersebut memberi dampak positif bagi petani garam di Sumbawa khususnya di Labuhan Bontong.

Saat kunjungan tersebut, hadir pula Wakil Rektor III Bidang Riset dan Inovasi Khotibul Umam, S. Si., M. Sc, Direktur Kerjasama Dalam Negeri UTS Muhammad Iqbal, S. Sos dan Dekan Fakultas Teknobiologi Izzul Islam, M.Sc. Eng. Yang diterima langsung Kepala Desa Labuhan Bontong Rahmat Hidayat. (arn)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional