Terkait Kepemilikan Senpi, Penyidik Polda Metro Jaya Berencana Periksa GB di Mataram

Mataram (suarantb.com) – Tim Penyidik Polda Metro Jaya berencana akan memeriksa Ketua Umum Parfi berinisial GB di Mapolda NTB. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan kepemilikan senjata api (senpi) yang berada di rumah GB di Jakarta. Hal tersebut disampaikan Kapolres Mataram, AKBP Heri Prihanto.

“Penyidik Polda Metro Jaya akan ke sini (Polda NTB). Dia akan periksa GB terkait kepemilikan senpi. Karena ditahan di Polda NTB, maka penyidik proaktif melakukan pemeriksaan di Polda NTB,” ujar Heri saat ditemui di Mapolda NTB, Selasa 20 September 2016.

Iklan

Sebelumnya, Jumat 2 September 2016, petugas kepolisian berhasil membuka brankas pribadi milik GB di kediamannya di Jakarta. Hasil pemeriksaan, ditemukan senpi tanpa izin dan dokumen resmi. Dari penemuan tersebut, GB terancam kasus kepemilikan senpi secara ilegal.

Sementara rencana kedatangan tim penyidik Polda Metro Jaya belum diketahui pasti harinya. “Agendanya belum tahu, yang pasti ada,” terang Heri. Ia juga menambahkan, pemeriksaan tersebut murni hanya untuk kasus kepemilikan senpi. Sementara kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur belum diagendakan pemeriksaannya.

“Kalau kasus dugaan (pemerkosaan) terhadap perempuan, untuk sementara belum ada. Hanya senpi saja untuk sementara,” tambahnya.

Diketahui, kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur bermula ketika laporan seorang wanita berinisial CT (26) di Polda Metro Jaya, Kamis 8 September 2016. CT dengan didampingi kuasa hukumnya melaporkan GB atas tuduhan pemerkosaan saat CT berusia 16 tahun.

Menurut pengakuan CT, ia telah lama menjadi anggota Padepokan Brajamusti milik GB di Sukabumi Jawa Barat. Namun, ada dugaan bahwa CT diperlakukan secara tidak wajar oleh GB saat di padepokan. CT juga mengaku sudah pernah melakukan aborsi terhadap anak milik GB yang dikandungnya. Namun, untuk keduakalinya hamil saat ini, CT menolak untuk dipaksakan menggugurkan kandungan. (szr)