Terkait Aktivitas Investasi Bodong, Pengelola LTC Diklarifikasi Polda NTB

Farid Faletehan

Mataram (Suara NTB) – Ditreskrimsus Polda NTB mengklarifikasi pengelola LTC terkait sejumlah rencana kegiatan yang berkaitan mengajak masyarakat berinvestasi. Padahal, LTC ini sudah dirilis oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) sebagai salah satu produk investasi yang dinyatakan bodong (ilegal).

Klarifikasi pengelola LTC oleh Polda NTB ini disampaikan oleh Ketua SWI Provinsi NTB, Farid Faletehan yang juga Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB. Di tengah upaya SWI memerangi investasi bodong, justru investasi-investasi yang telah dinyatakan sebagai investasi bodong  ini tetap beraktivitas. Belakangan bahkan kita sering menjumpai kendaraan-kendaraan yang sudah dibranding dengan LTC, tak ragu-ragu berkonvoi.

Iklan

SWI makin mengkhawatirkan fenomena ini. Kekhawatiran terbesarnya adalah akan makin banyaknya korban yang kehilangan dana atas investasi-investasi menggiurkan dan berumur singkat ini.

‘’Hampir setiap hari ada laporan masuk ke OJK, mengenai penambahan jumlah anggota baru, investasi masyarakat sampai puluhan juta rupiah disetor,’’ sebut  Farid, Rabu, 21 Januari 2021.

LTC berencana dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan besar di salah satu hotel di Kawasan Senggigi, Lombok Barat. Karena itu juga, Polda NTB bergerak menertibkannya. Apalagi saat ini tengah pandemi Covid-19.

Farid mengatakan, skema perekrutan jaringan baru juga mulai terendus diubah. Sebelumnya, terang-terangan melalui media sosial. Dan SWI mengatensi. Pola baru yang digunakan adalah memperbanyak marketing dan menawarkan investasi ini dari pintu ke pintu.

Berdasarkan laporan yang diterima OJK, LTC didefinisikan sebagai suatu komunitas yang dibentuk sebagai wadah berkumpulnya para pengusaha online untuk diberikan edukasi secara online dan offline sehingga bisnis yang digeluti bisa berkembang pesat. LTC juga dibentuk untuk memberikan penghasilan harian kepada para anggotanya dengan cara bagi hasil sesuai dengan paket yang dipilih. LTC dibentuk atas tujuan untuk mensejahterakan para anggotanya.

Setiap anggota baru yang bergabung, diharuskan memasukkan investasi sesuai paket. Keuntungan yang dijanjikan sangat besar kata Farid, 0,5% sampai 3 % perhari. Atau setara sampai  15% sampai 90 % perbulan. Janji keuntungan diluar kewajaran. Sementara bank resmi hanya memberikan keuntungan 6 sampai 7 persen perbulan deposito.

‘’Tapi nggak benar. Para tokoh masyarakat dikelabuhi dengan cara-cara seperti itu. Mau pakai crypto currency pun ndak akan mungkin dapat memberikan keuntungan fix 15-90 persen per bulan,” imbuh Farid.

Karena itu, tegas ia tekankan agar masyarakat waspada dan tidak terbujuk iming-iming berinvestasi dengan janji keuntungan yang menggiurkan. Biasanya keuntungan diberikan di awal-awal. Untuk jaringan –  jaringan di atas sebagai . usia investasi – investasi menggiurkan seperti ini biasanya tak panjang, hanya kisaran 4 bulan sampai 6 bulan booming. Selebihnya, jaringan di bawah berpotensi dirugikan setelah dana cukup besar berhasil dihimpun. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional