Terjerat Kasus Pidana, Mantan Pimpinan DPRD NTB Segera Disidang

Praya (Suara NTB) – Mantan unsur pimpinan DPRD NTB, L. Abdul Halik Iskandar alias Mamiq Alex, segera menjalani persidangan. Mamiq Alex terjerat kasus pidana berupa dugaan penguasaan lahan tanpa izin di kawasan Mandalika Resort Pujut. Yang bersangkutan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Berkas kasusnya saat ini sedang kita lengkapi. Dan, rencananya Jumat (25/11) besok, persidangan perdana akan digelar di PN Praya,” sebut Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Arjuna Wijaya, SIK, Rabu, 23 November 2016.

Iklan

Ia menjelaskan, sebelumnya pada bulan Juni lalu pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) melaporkan tersangka ke Polres Loteng atas dugaan penguasaan lahan tanpa izin di kawasan Mandalika seluas 17 hektar lebih. Setelah melalui proses penyelidikan, Polres Loteng menetapkan status tersangka kepada L. Abdul Halik Iskandar. Tersangka dijerat pasal 6 Perpu No. 51 tahun 1990.

Sementara itu, L. Abdul Halik Iskandar melalui kuasa hukumnya, Yudiansyah, S.H., dengan tegas membantah tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya. Menurutnya, kliennya tidak pernah melakukan penguasaan lahan tanpa izin, karena lahan tersebut diperolehnya pada tahun 1993 silam setelah memberikan ganti rugi kepada warga pemilik lahan.

Proses penyerahan uang ganti rugi lahan, ujarnya, disaksikan langsung pihak pemerintah desa setempat. Tetapi penyerahannya uang ganti rugi dilakukan secara bertahap dan baru sekitar tahun 2000, surat penguasaan lahan (sporadik) diterimanya. “Jadi dari mana kami bisa dikatakan melakukan penguasaan lahan tanpa izin. Karena lahan tersebut diperoleh dari warga yang sudah turun-temurun mengelola dan menguasai lahan tersebut,” bantahnya.

Pihaknya pun menilai kalau penetapan status tersangka kepada kliennya prematur, karena alat bukti pendukung belum cukup kuat. “Tapi apapun itu, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, kita tetap menghormati proses hukum. Dan, siap mengikuti proses persidangan,” ujarnya usai mendamping tersangka menjalani pemeriksaan.

  753 Peserta Mendaftar, Loteng Hanya Terima 150 P3K

Ia menjelaskan, pihaknya kali ini datang untuk menjalani pemeriksaan tahap akhir. Sebelum proses persidangan digelar Jumat besok. Pihaknya pun mengaku optimis terbebas dari semua tuduhan yang ada, karena memiliki alat bukti yang lengkap dan kuat. “Nanti kita lihat dipersidangan. Apakah memang kami yang bersalah atau tidak,” tegas Yudiansyah.

Pada kesempatan itu, Yudiansyah mengaku sangat menyayangkan langkah pihak ITDC yang begitu cepat menempuh jalur hukum. Pasalnya, persoalan lahan tersebut tengah dalam proses negosiasi bersamaan dengan proses negosiasi lahan yang juga bermasalah di kawasan Mandalika.

“Seharusnya proses mediasi ditunggu sampai selesai. Bagaimana hasilnya, baru menempuh proses hukum jika memang tidak puas,” imbuhnya. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here