Terjepit Karang, Kapal Kandas di Gili Kondo Belum Dapat Dievakuasi

Menurut Manajer Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan Lotim,  Zainal Abidin (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Keberadaan kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Indonesia yang kandas di Gili Kondo Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur (Lotim) pada 11 Mei 2019 lalu sampai saat ini belum dapat dievakuasi. Hal tersebut dikarenakan berbagai kendala teknis, salah satunya bagian pangkal kapal yang terjepit karang.

Menurut Manajer Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Lotim, Zainal Abidin, bahwa pihaknya sudah mencoba melakukan penarikan kapal menggunakan kapal ferry lainnya. Namun usaha itu belum membuahkan hasil, bahkan penarikan menggunakan kapal itu dihentikan lantaran khawatir kapal penarik ikut kandas.

Iklan

“Posisi kapal saat ini masih lebih menghadap ke darat, sehingga lokasi masih susah untuk dilakukan evakuasi yang terletak di kawasan Gili Kondo. Sudah diupayakan untuk ditarik namun belum bisa dilakukan. Penyebab kandas karena bagian kapal masih terjepit oleh karang,” terangnya, Senin,  27 Mei 2019.

Diberitakan sebelumnya, KMP Mutiara Indonesia kandas di pulau Gili Kondo saat berlayar dari arah pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat menuju pelabuhan Kayangan, Lombok Timur (Lotim). Namun sekitar 30 menit perjalanan, kapal yang mengangkut sekitar 95 penumpang dan 21 anak buah kapal (ABK) itu kandas sekitar pukul 02:00 wita. Kapal tiba-tiba mengalami gagal fungsi mesin dan kemudian terombang-ambing yang kemudian terbawa arus di perairan Gili Kondo.

Pada saat kejadian, lanjut Zainal Abidin, selain KMP Mutiara Indonesia mengangkut penumpang dan ABK. Kapal tersebut juga membawa satu bus ukuran besar, satu bus ukuran sedang, delapan truk ukuran sedang, truk ukuran besar, dan sejumlah kendaraan empat dan roda dua. (yon)