Terjebak Macet Saat Nyongkolan, Terduga Jambret Tertangkap

Mataram (suarantb.com) – Ketika puluhan warga sedang bersuka cita mengiringi nyongkolan pengantin, tidak demikian yang dirasakan dua orang pemuda ini. Pemuda berinisial TR (20) dan AS (20) mengalami hari yang tidak menyenangkan. Bukan lantaran tidak dapat berjoget ria dengan iringan musik nyongkolan, namun kedua pelaku yang diduga jambret tertangkap karena terjebak macetnya nyongkolan.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti mengatakan kronologis kejadian bermula dari acara nyongkolan di Dusun Batu Numpuk, Lombok Tengah (Loteng). Saat itu jalan ditutup lantaran acara nyongkolan, Minggu, 9 Oktober 2016.

Iklan

“Saat itu Bripka Anton Sugiharto dan Brigadir Hendri Kuswara melaksanakan pengawalan nyongkolan. Brigadir Hendri menutup arus lalulintas. Tapi tiba-tiba datang pengendara motor yang berboncengan dengen ekspresi cemas dan terburu-buru,” ujar Tri Budi saat ditemui di Mapolda NTB, Senin, 10 Oktober 2016.

Kedua pelaku langsung berbalik arah dalam kondisi jalan yang macet. Namun salah seorang saksi mata yang mengejar pelaku, memberitahukan pada Brigadir Hendri bahwa keduannya merupakan jembret yang baru beraksi di Desa Gerunung, Loteng.

“Akhirnya pelaku ditangkap tanpa perlawanan oleh aparat kepolisian, pukul 16.30 Wita. Polisi kemudian mencari barang bukti dan menemukan satu kalung emas diduga hasil jambretan dan senjata tajam,” ungkapnya.

Warga yang marah dengan ulah pelaku, hendak menghakiminya. Namun beruntung pihak kepolisian yang mengawal nyongkolan berhasil menenangkan massa. Selanjutnya pihak kepolisian menghubungi Polsek Praya guna mengamankan pelaku dari amukan massa.

Kedua pelaku diketahui merupakan warga Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur. Hingga kini berada di ruang tahanan Polsek Praya meratapi nasipnya. Mungkin menjadi trauma bagi kedua pelaku untuk melewati nyongkolan lagi. Namun itu semua, akan dirasakan seusai menjalani penginapan di hotel prodeo (penjara) nanti. (szr)