Terjaring Operasi Satpol PP, Oknum Kanit Dikpora di Lotim Dicopot

Selong (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) langsung mencopot LN dari jabatannya sebagai salah satu kepala unit Dikpora Kecamatan Keruak pascaterjaring berbuat mesum bersama salah satu staf desa di salah satu penginapan di Tetebatu Kecamatan Sikur. Pencopotan LN sebagai kepala unit, karena sudah melanggar UU ASN No 5 Tahun 2014 dan atau PP 53 Tahun 2010.

Dalam pergantian terhadap Kepala Unit Dikpora dilakukan dengan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat struktural eselon IV lingkup Pemkab Lotim oleh Kepala Dinas Dikpora Lotim, Lalu Suandi bertempat di Aula Dinas Dikpora, Sabtu, 24 Desember 2016. Hadir dalam acara ini, Kepala BKD Lotim, H. Najamudin, Inspektur pada Inspektorat Lotim, Drs. Haris dan Kasat Pol PP Lotim, Drs. Salmun Rahman, Kabag Humas dan Protokol Setda Lotim, Ahmad Subhan serta pejabat eselon III dan IV lingkup Dinas Dikpora Lotim.

Iklan

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Dikpora Lotim, Lalu Suandi menyampaikan, pergantian terhadap salah satu ASN lingkup Dikpora Lotim merupakan langkah kebijakan bupati dalam menangani kasus-kasus yang bersifat khusus. Sebagaimana penegasan yang disampaikan oleh bupati, katanya, setiap hal-hal yang bersifat pelanggaran moral atau pelanggaran terhadap salah satu kewajiban PNS dalam menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah dan martabat PNS, sebagaimana yang tertuang dalam PP 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS agar diambil tindakan tegas terhadap yang bersangkutan. Adapun, pengangkatan dan pemberhentian PNS dalam dan dari jabatan struktural eselon IV berdasarkan Keputusan Bupati Lotim: 750/821.4/538/PEGDIKLAT/2016 tanggal 24 Desember 2016.

Untuk pelantikan itu sendiri bersifat khusus karena yang dilantik hanya satu orang pejabat yang akan menduduki posisi sebagai Kepala Unit Dikpora Kecamatan Keruak menggantikan LN yang telah melanggar UU ASN. Sementara, pejabat yang akan menduduki posisi sebagai Kanit Dikpora Keruak, yakni Mastur, S.Pd yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN 6 Gelanggang Kecamatan Keruak, sedangkan LN dijadikan sebagai staf biasa pada Dinas Dikpora Lotim.

Dengan demikian, berdasarkan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum PNS lingkup Dikpora Lotim itu, Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan telah memberikan kewenangan kepada Kepala Dinas Dikpora Lotim untuk mengambil tindakan langsung, meski bersifat sementara.

Lalu Suandi menambahkan, Dikpora Lotim saat ini tengah berupaya untuk memperbaiki tata kelola tugas-tugas, yang salah satu dilakukan adalah penguatan kapasitas personal. Termasuk, katanya, tetap membangun komunikasi yang baik dan positif agar dampak yang ditimbulkan juga positif untuk kemajuan dunia pendidikan Lotim. “Untuk pejabat yang baru agar tetap bekerja sesuai aturan yang berlaku,” pintanya. (yon)