Terjangkit Covid-19, Dokter RSUD Dompu Dirujuk ke Mataram

Humas RSUD Dompu, Ida Fitriani, S.Keb.Bd (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Dokter pada kamar bersalin RSUD Dompu berinisial A dirujuk ke RSUD NTB setelah terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelum diswab, dr. A mengaku memiliki gejala seperti tidak bisa merasa dan indra penciumannya tidak ada. Karena bergejala, dr. A yang sempat dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu akhirnya dirujuk ke RSUD NTB.

Humas RSUD Dompu, Ida Fitriani, S.Keb.Bd yang dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu malam, 21 November 2020 membenarkan bahwa seorang dokter terkonfirmasi positif Covid-19. Ketika dinyatakan positif, pihaknya langsung melakukan kontak traking dan 20 orang bidan yang kontak dengannya langsung dirapid anti gan. “Dari 20 itu, ada satu yang reaktif. Kita langsung isolasi untuk lanjut pemeriksaan Swab. Yang non reaktif, tetap bekerja,” katanya.

Dokter bersangkutan, kata Ida Fitriani, melakukan swab atas permintaan sendiri. Ia mengeluhkan gejala mengarah ke Covid-19 karena sudah tidak bisa merasakan bau dan indra perasa makanan. Ketika dinyatakan positif Covid-19, ia langsung diisolasi untuk perawatan intensif. Tapi karena bergejala, dr. A pun langsung dirujuk ke RSUD NTB di Mataram. “Sudah (dirujuk), tadi malam start dari Dompu,” kata Ida Fitriani saat dikonfirmasi kembali, Minggu, 22 November 2020.

Ia pun mengaku, masih menelusuri sumber penyebaran Covid-19 pada dr A. Apakah dari pasien, petugas atau dari anggota keluarga. Pihaknya keluarga akan langsung diswab pada Senin besok. “Rencana besok akan diswab (anak istrinya),” katanya.

Di RSUD Dompu, dr. A bertugas sebagai dokter umum pada kamar bersalin. Saat ini, lonjakan pasien di RSUD Dompu khususnya pasien bersalin cukup tinggi sebagai dampak dari penutupan 3 RSUD di Bima. “Kan sekarang ada lonjakan pasien karena rumah sakit Bima tutup tiga – tiganya sehingga pasien bersalin itu semuanya ke Dompu,” ungkapnya. “Kita over bed terus sampai extra bed,” tambahnya.

Pasca dr. A dinyatakan positif Covid-19, Ida Fitriani mengaku, belum berpikir untuk menutup layanan di RSUD Dompu. Karena sejauh ini, ada banyak pasien bersalin yang dirawat. Ketika ditutup, kesulitan untuk perawatan pasien bersalin. “Makanya langkah pertama kita tadi, kontak tracking. Siapa yang reaktif dilakukan isolasi. Yang non reaktif, tetap bekerja. Dari 20 orang itu, tidak ada yang bergejala, tapi 1 yang reaktif,” jelasnya. (ula)