Terinfeksi Virus Corona, Mataram Tertinggi di NTB

Infografis

Mataram (Suara NTB) – Empat warga terindikasi terpapar Coronavirus Disease atau Covid-19. Bertambahnya kasus tersebut menempatkan Kota Mataram sebagai daerah dengan tingkat penularan tertinggi di NTB. Pelacakan diintensifkan terhadap tiga klaster.

Data tanggal 16 April pukul 21.30 wita menunjukkan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengkonfirmasi bahwa telah keluar hasil pemeriksaan swab laboratorium Biomedis RSUD NTB. Di antaranya, pasien dinyatakan sembuh dan tambahan pasien positif Covid-19.

Iklan

Dengan rincian, R berusia 62 tahun warga Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan. Pasien memiliki riwayat perjalanan bersama rombongan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dalam 14 hari sebelum sakit. Saat ini, pasien dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

YRS usia 18 tahun, warga lingkungan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang. Yang bersangkutan tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Namun, memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19. Selanjutnya, MM usia 45 tahun. Warga Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Namun, memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19.

Terakhir, AJ usia 88 tahun. Warga kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang. Yang bersangkutan tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Namun, memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19. Saat ini, sedang dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Dengan penambahan tersebut, pasien positif Covid-19 menjadi 27 orang. Dengan rincian 21 orang masih dalam perawatan, empat orang sembuh dan dua meninggal dunia.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suandiasa mengkonfirmasi adanya tambahan empat pasien positif terinfeksi Coronavirus Disease. Hasil hasil pelacakan tidak jauh dari hubungan erat dari tiga klaster. Yakni, klaster Gowa, Bogor dan Jakarta.

“Tidak salah memang harus berupaya semaksimal mungkin melacak tiga klaster ini. Sekarang tiga klaster telah dipetakan,” kata Nyoman dikonfirmasi, Jumat, 17 April 2020.

Langkah selanjutnya, tim gugus tugas mengintensfikan kontak tracking. Nyoman menyebutkan, klaster Gowa ternyata cukup banyak menjadi  98 orang. Data awal 60 orang dan diprediksi akan bertambah.

Penambahan empat warga positif terinfeksi Corona menjadi 27 kasus menempatkan Kota Mataram berada di posisi pertama daerah terjangkit wabah tersebut. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional