Terduga Penyebar Ajaran Menyimpang Akhirnya Bertobat dan Minta Maaf

Selong (suarantb.com) – Meskipun bebas dari jeratan hukum, namun Sahril Asikin seorang yang diduga menyebarkan ajaran menyimpang di tengah masyarakat, akhirnya bertobat dan mengakui kesalahannya. Permohonan tobat Sahril disampaikan secara terbuka di sebuah masjid di Kecamatan Sakra, Lombok Timur (Lotim), Jumat 30 September 2016.

Informasi yang diperoleh melalui Kasubag Humas Polres Lotim, Iptu I Made Tista, Sahril juga membacakan sumpahnya untuk tidak lagi mengajarkan ajaran menyimpang pada masyarakat. “Sumpah dibacakan sebanyak tiga kali di hadapan masyarakat,” ujarnya saat dihubungi Sabtu 1 Oktober 2016.

Iklan

warga
Pekan lalu, rumah Sahril sempat dihancurkan massa, akibat diduga mengajarkan ajaran menyimpang. Namun, atas sumpah dan janji yang diucapkannya, kini warga dapat memaafkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan Sahril.

Hadir dalam acara permohonan maaf dan tobat tersebut, yaitu Camat Sakra, Lalu Safruddin, Kepala KUA Sakra, H.L Multazam, Danramil Sakra, Kapten Lalu Arik, Kanit Reskrim Polsek Sakra, Aiptu Yulianto Efendi, dan beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Acara pembacaan sumpah dihadiri banyak warga. Acara tersebut berlangsung kondusif dan aman. Sementara dalam sambutannya, Kepala KUA Sakra, H.L Multazam mengatakan pada dasarnya manusia tidak luput dari kesalahan, sehingga permintaan maaf merupakan ketentuan yang harus dilakukan.

polisi

Beberapa hari yang lalu, Polda NTB juga menyoroti kasus tersebut. Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti mengatakan, upaya mediasi harus ditempuh untuk menyelesaikan konflik-konflik yang ada di tengah masyarakat. Polda NTB juga telah melakukan upaya monitor setiap gejolak-gejolak yang ada di masyarakat.

“Ketika menemukan konflik, maka Polda NTB akan berkoordinasi dengan instansi terkait maupun pihak lainnya untuk segera melakukan mediasi dalam meredam konflik tersebut. Ini menjadi atensi Polda NTB,” ujarnya. (szr)