Terduga Penyebar ‘’Hoax’’ Dikenakan Wajib Lapor

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dua orang pemilik akun media sosial (medsos) penyebar berita hoax penculikan anak asal Kecamatan Alas sudah dimintai keterangan pihak kepolisian. Untuk sementara keduanya dikenakan wajib lapor, sambil polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai postingan yang dilakukan.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson, SH., SIK kepada wartawan, Rabu, 22 Maret 2017 mengakui pihaknya sudah memintai keterangan kedua facebooker tersebut. Dari keterangan keduanya, isu mengenai penculikan anak ini diperoleh dari orang lain. Kemudian memposting dengan niat meminta masyarakat waspada.

Iklan

Tidak ada maksud untuk menyebarkan informasi hoax yang dapat merugikan masyarakat. Hanya saja berita yang disampaikan itu tidak benar. “Pengakuan sementara dari mereka, informasi tersebut disebar supaya masyarakat waspada. Tapi informasi itu tidak benar,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini kedua facebooker tersebut dikenakan wajib lapor. Keduanya sudah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Termasuk membuat pernyataan sekaligus permintaan maaf di media sosial bahwa informasi yang disebarkan tidak benar. Polisi juga berencana memanggil kepala desa kedua facebooker tersebut.

Hal ini untuk membuat surat pernyataan sebagai jaminan warganya tidak akan mengulang lagi perbuatannya. Termasuk menjamin warga lainnya di desa setempat tidak akan melakukan hal serupa.

“Rencananya kita panggil kepala desa untuk membuat surat pernyataan menjamin mereka tidak akan mengulangi perbuatannya,” tukasnya.

Meskipun demikian, sambung Ericson, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mengingat jika seandainya mereka terbukti sengaja menyebarkan informasi hoax tersebut, maka mereka dapat dipidana.

Dalam hal ini akan dikenakan dengan undang-undang Informasi Transaksi Elektronik pasal 28 ayat 2 tentang ITE. Dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara. “Nanti kita lihat ada atau tidak niatnya sengaja menyebarkannya,” pungkasnya.

Mengenai, penyebar berita hoax ini, diakuinya baru dua orang yang dipanggil guna dimintai keterangan. Guna mengantisipasi adanya hal serupa, pihaknya menghimbau masyarakat supaya bijak dalam bermedia sosial. (ind)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional