Terduga Pelaku Penganiayaan Anak Kandung Diduga Depresi

Mataram (suarantb.com) – Seorang bocah berumur empat tahun meninggal di tangan ibu kandungnya sendiri. Kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Sabtu, 13 Agustus 2016. Meskipun telah mendapat perawatan intensif di RSUD Provinsi NTB, bocah berinisial AA menghembuskan napas terakhir pada pukul 07.00 Wita di ruang ICU RSUP NTB, Senin, 15 Agustus 2016.

Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP Haris Dinzah saat ditemui suarantb.com di ruang kerjanya mengatakan, dugaan sementara pelaku berinisial R yang tidak lain adalah ibu kandung korban, melakukan percobaan pembunuhan terhadap korban karena faktor kemiskinan yang melilit keluarga tersebut sejak ditinggal mati suaminya sejak dua tahun lalu.

Iklan

“Dugaan sementara, karena suaminya sudah meninggal dunia dua tahun yang lalu, di mana suami adalah tulang punggung terhadap empat orang anak. Dan sama sekali ibu ini tidak bekerja. Jadi mungkin tuntutan ekonomi yang melanda keluarga tersebut sehingga ibu itu depresi dan melakukan percobaan pembunuhan,” terangnya.

Sementara, terduga pelaku juga telah dilakukan upaya observasi ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB. Hingga saat ini, Aparat Kepolisian akan menunggu hasil observasi guna proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku.

“Langsung kita bawa dan kita lakukan observasi ke rumah sakit jiwa. Untuk hasil kita butuh waktu observasi 14 hari. Apabila hasil observasi tersebut pelaku atau ibu kandungnya dapat kita periksa, kita segera akan lakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan awal terhadap terduga pelaku, ia mengaku mendapatkan bisikan gaib dan langsung melakukan percobaan pembunuhan terhadap anak bungsunya tersebut. “Dari hasil interogasi awal terhadap pelakunya, di mana pelaku dalam kondisi psikologis yang tidak sadar. Dia mengakui saat bangun dia mendengar bisikan atau kata kita kerasukan, langsung tiba-tiba menusuk anak sendiri,” sambung Haris.

Haris juga menerangkan bahwa informasi terkait kasus tersebut didapatkan dari Bhabinkamtibmas tempat kejadian tersebut terjadi. Aparat Kepolisian segera melakukan pemeriksaan di TKP, dan memang benar telah terjadi percobaan pembunuhan seorang bocah oleh ibu kandungnya sendiri dengan menggunakan sebuah pisau dapur. Aparat Kepolisian lantas membawa korban ke rumah sakit.

Sementara untuk pelaku, dikenakan ancaman pasal 80 ayat (3) undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here