Terduga Pelaku Pencabulan Anak Bawah Umur Ditahan

0
Muhammad Fajri (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim) mengamankan MK terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur. Warga Sakra Barat itu diduga melakukan aksi bejatnya sejak bulan Agustus 2021 lalu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lotim, Iptu Muhammad Fajri kepada awak media di Mapolres Lotim, Kamis, 2 Desember 2021 menjelaskan, korban merupakan seorang pelajar berusia 15 tahun dan masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

IKLAN

Terduga pelaku ditangkap polisi di rumahnya pada hari Selasa, tanggal 30 November lalu. Polisi langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari keluarga korban. Perilaku pelaku tidak diterima oleh keluarga korban. Pihak keluarga mengetahui korban dicabuli setelah melihat video hubungan badan antara korban dengan pelaku di Handphone (HP) milik korban.

Kasat Reskrim mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, ia memiliki hubungan asmara dengan korban sejak bulan Agustus lalu. MK mengaku mengenal korban dari media sosial Facebook. Pelaku tega menggauli korban dan berjanji untuk dinikahi setelah lulus SMA. Di depan penyidik, tersangka mengaku selingkuh dengan korban setelah lima bulan menikah dengan istri sahnya.

MK  juga mengakui jika ia telah menjalani hubungan asmara selama dua bulan yaitu Juli dan Agustus. Tersangka mengaku dua kali menyetubuhi korban di rumah temannya. Terkait video adegan mesum tersebut tersangka mengaku itu direkam oleh korban.

Hubungan tidak senonoh antara pelaku dengan anak bawah umur ini katanya dilakukan atas dasar suka sama suka. Meski demikian, Kasat Reskrim menegaskan, pelaku tetap akan diproses hukum, karena melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur.

Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Undang-undang (UU) 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Tersangka MK ini diancam hukuman badan 15 tahun penjara. (rus)