Terduga Pelaku Pembalakan liar Kawasan Geopark Rinjani Diringkus

Mataram (Suara NTB) – Tim Pengamanan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB meringkus satu terduga pelaku pembalakan liar di kawasan Geopark Rinjani tepatnya Hutan Tambing Keke Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah, Jumat, 22 Juni 2018 malam. Sementara dua orang pelaku masih buron atau dalam pengejaran petugas.

Kepala Bidang Perlindungan Hutan, Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (PHKSDAE) Dinas LHK NTB, Mursal, SP, MM yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (24/6) menjelaskan, pihaknya sudah lama melakukan pengintaian terhadap pelaku. Bahkan pengintaian dilakukan sejak awal puasa lalu.

Iklan

‘’Operasi penangkapan selalu gagal karena mereka beroperasi dini hari, dari tengah malam hingga subuh. Mereka menebang pohon apa saja yg bisa dijual,’’ ujar Mursal.

Puncaknya pada Jumat, 22 Juni 2018 malam, Tim Pamhut Dinas LHK NTB yang berjumlah 12 orang melakukan pengintaian di dalam kawasan tersebut. Mursal menceritakan saat terdengar suara mesin chainsaw yang digunakan untuk menebang kayu oleh tiga pelaku, ttim mengepung lokasi tersebut.

Dikatakan, para pelaku berjumlah tiga orang. Mereka menggunakan sepeda motor dan sebuah mesin chinsaw. Selanjutnya tim Pamhut menghadang pelaku yang sedang mengangkut balok kayu dengan menggunakan  sepeda motor dan menyergapnya.

Satu orang pelaku berinisial HR berhasil diringkus petugas bersama 2 unit sepeda motor dan 1 unit mesin chainsaw. Sedangkan 2 orang pelaku lainnya  yang sudah  teridentifikasi berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran petugas Dinas LHK NTB.

“Saat ini tersangka HR beserta barang bukti  2 unit sepeda motor, 1 unit mesin chainsaw dan kayu hasil jarahannya telah diamankan dan diperiksa secara maraton oleh PPNS Dinas LHK  NTB,” terangnya.

Ia menjelaskan, penyergapan itu dilakukan berdasarkan informasi  dari masyarakat setempat  sekitar jam 23.00 Wita di lokasi kawasan Hutan Tambing Keke yang merupakan Hutan Kemasyarakatan yang sedang berlangsungnya  penebngan kayu.

‘’Kami bersama Tim Pamhut bergerak ke lokasi penebangan. Dan beberapa jam kemudian suara mesin  chinsaw berhenti. Untuk itu kami dengan  tim istirahat sambil menunggu suara. Dan tiba-tiba dua kendaraan muncul membawa balok kayu  Dengan alat tebang 1 mesin Chinsaw, jenis Kayu Sengon,” terang Mursal. (nas)