Terduga Pelaku dan Penadah Barang Hasil Curian Ditangkap

Terduga pelaku dan penadah barang curian saat diamankan di Mapolres Lotim, Sabtu, 29 Februari 2020. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kasus kriminalitas tentang tindak pidana pencurian tak henti-hentinya terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Timur (Lotim). Sabtu, 29 Februari 2020, aparat kepolisian kembali menangkap terduga pelaku inisial, SA (35) asal Kelayu. Selain itu, turut juga diamankan dua terduga penadah, HR (43) dan AH (54).

Penangkapan terhadap mereka berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/08/II/#020/NTB/Res Lotim/ Labuhan Haji tanggal 7 Februari 2020 tentang Tindak Pidana Pencurian. Kejadian tersebut terjadi pada malam hari di mana pada saat kejadian korban meninggalkan bengkel miliknya dalam keadaan terkunci. Kemudian korban mengetahui bahwa bengkel miliknya mengalami kejadian pencurian tersebut pada pagi hari ketika hendak membuka bengkel untuk beraktivitas seperti biasanya.

Iklan

Saat akan membuka bengkelnya, korban melihat pintu belakang dalam keadan terbuka dan engsel dalam keadaan rusak. Merasa ada sesuatu yang aneh, korban bergegas mengecek barang-barang miliknya dan mengetahui bahwa barang berharga berupa 1 unit kompresor, 2 buah mesin las, 2 buah mesin bor, 2 buah kunci set, dan perlengkapan bengkel lainnya sudah tidak ada di tempat. Kemudian korban melaporkannya di Polsek Labuhan Haji, atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian senilai Rp5.000.000.

Kasat Reskrim Polres Lotim, Sabtu, 29 Februari 2020, AKP. I Made Yogi Purusa Utama, SE,SIK, mengatakan penangkapan pelaku berawal dari ditemukannya barang bukti berupa 1 unit mesin bor di tangan pelaku, Ahr, kemudian tim melakukan pengembangan asal usul barang tersebut dan selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap pelaku Rus. Di mana Ahr mengaku membeli bor tersebut dengan cara ditukar dengan 1 paket kecil sabu. Selanjutnya dilakukan pengembangan kembali terhadap pelaku HR, yang juga merupakan residivis kasus pencurian yang baru-baru ini bebas dari masa tahanan,  HR benar mengaku menjual mesin bor tersebut seharga Rp150.000.

“Pelaku HR merupakan residivis kasus pencurian dan baru selesai menjalani masa hukuman di Lapas Selong. Sementara pelaku Rust dan Har merupakan bandar sekaligus pemakai narkoba jenis sabu. Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Lotim untuk pengembangan lebih lanjut,” terangnya. (yon)