Terduga Pelaku Curanmor Babak Belur Diamuk Massa

Dompu (Suara NTB) – Satu dari dua orang terduga pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) inisial Sr (43) babak belur diamuk massa, Minggu, 22 Oktober 2017  Pukul 19.00 Wita. Ia menjadi bulan-bulanan massa di kos-kosannya, Lingkungan Ginte Kelurahan Kandai II.

Kapolres Dompu, AKBP. Jon Wesly Arianto, S. IK., melalui Paur Humas Polres Dompu, Aiptu Moh. Saihun mengatakan, penganiayaan terhadap warga asal Sumbawa tersebutlantaran ia dicurigai menjadi otak pelaku curanmor yang akhir-akhir ini diresahkan.

Iklan

“Kami mendapat laporan dari warga bahwa di Kos-kosan depan SPBU Bali Bunga Kelurahan Kandai II ada massa yang sedang mengepung kos Sr yang diduga sebagai pelaku curanmor,” katanya kepada Suara NTB di Mapolres Dompu, Senin, 23 Oktober 2017.

Selain diduga menjadi otak curanmor, Sr juga dicurigai menyimpan senjata api, terlebih kerap mengeluarkan tembakan dalam kamar kosnya. Warga yang kesal lantas melaporkan persoalan ini ke Mapolsek Woja untuk ditindaklanjuti. Hanya saja, hasil penggeledahanya nihil dan Sr tak ada di tempat.

Tak puas dengan hasil tersebut puluhan warga lantas melakukan pengintaian, sekaligus menunggu kepulangan Sr. Setibanya di kos, Sr langsung dikepung warga setempat dan dianiaya sebelum akhirnya diamankan polisi. “Massa yang sudah lama mengepung langsung melakukan pengerusakan dan menganiaya salah seorang penghuni kos yakni Sr hingga mengalami luka gores di tangan kanan dan luka robek di bagian bibir,” ujarnya.

Selain dianiaya, kendaraan milik Sr juga ikut dibakar tak jauh dari kos-kosanya, atas kejadian ini pelaku dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif, terlebih mengindari amukan massa lebih besar.

Sementara terduga pelaku lainnya, Sh, digiring ke Mapolres Dompu untuk dilakukan pemeriksaan, terutama untuk memastikan dugaan kepemilikan senjata api dan aksi pencurian yang diduga kerep dilakukannya bersama Sr. “Selain melakukan pengerusakan dan penganiayan sebagian massa ada yang mendorong  sepeda motor Vixion milik Sr ke tanah lapang dan langsung melakukan pembakaran,” jelasnya. (jun)