Terduga Kurir Narkoba di KLU Diamankan

Tanjung (Suara NTB) – Jajaran Polres Lombok Utara kembali mengamankan tiga pelaku yang diduga sebagai kurir narkoba di kawasan wisata Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang. Mirisnya, salah satu dari ketiga terduga pelaku berada di bawah umur.

Kepada wartawan Kamis, 6 April 2017, Kasat Narkoba Polres Lombok Utara, Iptu Remanto mengatakan penangkapan pelaku terlibat narkoba dilakukan pada Rabu, 29 Maret 2017 lalu. Sekitar pukul 20.00 wita, ketiganya diringkus sekaligus di sebuah mes milik perusahaan. Para pelaku masing-masing, Ap (32) dan Az (22) – keduanya warga Dusun Gili Air, dan terakhir bocah berusia 16 tahun inisial An merupakan warga Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung.

Iklan

“Penggerebekan ketiga pelaku dilakukan berdasarkan informasi. Mereka memiliki atau menguasai narkotika jenis ganja dan sabu,” kata Remanto.

Kasat Narkoba memaparkan, pelaku inisial Ap dan Az diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap melainkan hanya berprofesi sebagai guide lepas. Sementara An, sedianya masih duduk di bangku sekolah namun terjerumus sebagai kurir.

Dari tangan pelaku, jajaran Polres Lombok Utara mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu poket sabu seberat 0,29 gram, satu poket ganja seberat 0,30 gram yang diselipkan dalam kartu remi, serta dua buah handphone merek Nokia dan Samsung.

“Dari keterangan pelaku, mereka mencarikan narkoba saat ada pesanan dari wisatawan asing, dengan upah kisaran Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu,” ujarnya.

Kini ketiga pelaku masih diamankan di jeruji besi Polsek Gangga. Ketiga pelaku diproses secara berbeda. Di mana pelaku Ap dan Az, dikenakan pasal 111, 112 dan 114 Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. Sedangkan pelaku An yang masih di bawah umur, tidak diproses hukum melainkan direhabilitasi sebagaimana amanat UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan terhadap anak.

“Dua pelaku diduga sudah lama mengkonsumsi dan sebagai kurir, sehingga diproses secara hukum. Sedangkan pelalu yang masih di bawah umur, dititipkan di Panti Asuhan Paramitha,” demikian Remanto. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here