Terduga Guru Cabul di Mataram Jalani Persidangan

Mataram (suarantb.com) – Kasus seorang guru cabul di salah satu SD di Mataram telah bergulir ke pengadilan dan memasuki masa persidangan.

Demikian disampaikan Koordinator Divisi Hukum dan Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Joko Jumadi pada suarantb.com, Jumat, 24 Maret 2017.

Iklan

“Kasusnya sudah bergulir di pengadilan,  kalau ndak salah minggu ini sudah masuk sidang ketiga,” ungkapnya.

Guru yang diketahui berinisial SW ini dilaporkan pada pihak kepolisian akibat kekerasan yang dilakukan pada sejumlah siswanya. Tindak kekerasan yang dilakukan SW diakui Joko menjurus pada tindak pencabulan. Ia memukul dan menyubit murid, umumnya murid perempuan di bagian tubuh yang tidak seharusnya.

“Pada saat di depan kelas, kalau ada anaknya salah, dia nyubit kemudian mukul di daerah-daerah yang terlaranglah istilahnya,” jelasnya.

Dijelaskan Joko, kasus ini terungkap lantaran 12 siswi kelas V yang menjadi korban SW mogok untuk bersekolah. Akibat perlakuan yang mereka terima dari sang guru.

Setelah menerima laporan tersebut, LPA segera bertemu dengan para korban dan kepala sekolah. Untuk kemudian diteruskan langsung ke Polres Mataram.

Menurut penelusuran LPA, di beberapa tempat mengajar sebelumnya, SW memang memiliki reputasi sebagai guru yang kerap melakukan tindakan serupa. Bahkan LPA bertemu dengan mantan murid SW yang berusia sekitar 26 tahun dan mengaku menerima perlakuan tak senonoh oleh SW saat sekolah dulu.

“Artinya dia sudah dikenal sebagai guru yang beler sejak wanita ini SD. Bayangkan saja kalau dia usianya sekarang sudah 26, sudah berapa lama itu. Sebagian dia memang mengakui perbuatannya, tapi dia mengatakan itu karena dia sayang sama anak-anaknya, gemes gitu,” tandas Joko.

Akibat perbuatannya ini, guru yang diperkirakan berusia 50 tahun itu terancam kurungan penjara minimal tujuh tahun. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here