Terduga Bandar Berkedok Sopir Taksi Ditangkap Polisi

Kapolres Lobar, Bagus S. Wibowo didampingi Kasat Res Narkoba dan Kasi Humas Polres Lobar saat jumpa pers penangkapan bandar narkoba. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Kepolisian Resort Lombok Barat (Polres Lobar) Polda NTB menangkap terduga pelaku bandar narkoba insial AA (51) asal lingkungan Perumnas Teampar-ampar Kelurahan Jontlak kecamatan Praya tengah Lombok Tengah. Dalam menjalankan aksinya, terduga bandar narkoba yang berprofesi sebagai sopir taksi ini menggunakan modus yang terbilang baru. Modusnya pelaku mengangkut calon pembeli sebagai penumpangnya lalu transaksi di dalam kendaraan.

Dalam keterangan persnya, Jumat, 18 Juni 2021, Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo mengatakan pihaknya berhasil mengungkap kasus narkoba pada Kamis, 17 Juni 2021 pukul 01.00 dini hari. Pengungkapan kasus dilakukan di Dusun Perampuan Timur Desa Karang Bongkot kecamatan Labuapi.

Iklan

“Kami berhasil mengungkap kasus narkoba dengan modus baru transaksi narkotika di dalam taksi. Itu dilakukan oknum sopir berinisial AA (51) warga dusun Tampar Ampar, desa Jontlak, kecamatan Praya, Lombok Tengah. Yang diduga sebagai salah satu bandar besar yang ada di Lobar,” tegas Kapolres Lobar didampingi Kasat Res Narkoba Polres Lobar, Iptu Faisal Afrihadi dan Kasi Humas Iptu I Gede Gumiarsana.

Polisi menemukan barang bukti (BB) kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu seberat 17,2 gram yang sudah terbungkus poket plastik bening. Pada saat penggeledahan, BB itu sempat akan dibuat ke saluran pembuangan di kamar mandi tempat persembunyian tersangka. Selain itu, polisi juga berhasil menemukan uang tunai Rp 8 juta.

“Tersangka yang kita amankan kemarin (Kamis, 17 Juni 2021) di salah satu rumah di desa Karang Bongkot, kecamatam Labuapi, sekitar pukul 01.00 Wita,” ungkap Kapolres Lobar.

Setelah tim opsnal menerima banyak laporan dari masyarakat, mereka pun melakukan proses pengintaian. Di lokasi yang diduga sering menjadi tempat transaksi narlotika. Lalu saat kasus sudah dinyatakan A1, tim opsnal langsung bergerak melakukan penangkapan.

“Modus operandi dari pelaku, bahwa pelaku memperjualbelikan narkoba ini disesuaikan dengan aktivitas rutinnya sebagai sopir taksi,” jelas dia.

Pihaknya menilai bahwa modus yang dijalankan AA ini dilakukan dengan sangat rapi. Sehingga kepolisian pun harus melakukan upaya-upaya penyelidikan yang lebih dalam untuk bisa melakukan pengungkapan.

Diakuinya juga, bahwa imi merupakan modus baru karena tersangka menjalankan modus sebagai sopir taxi dan melakukan transaksi narkotika di dalam kendaraan. “Artinya, para pembeli diasumsikan atau dibuat seolah seperti penumpang taxi supaya tidak dicurigai” ujar Bagus. “Kami memiliki dugaan yang begitu kuat terhadap tersangka ini, bahwa dia salah satu bandar besar yang ada di kabupaten Lombok Barat” imbuhnya. Kapolres menuturkan, bahwa dari keterangan sementara, AA ini telah melakukan transaksi narkotika sebanyak tiga kali. Sementara sumber diperolehnya barang haram itu sendiri, saat ini masih di dalami dan hasil pendalaman sementara diduga suplay barang itu didapatkan dari kota Mataram. “Dari pengalaman kami dan pendalam yang sudah kami lakukan, ini termasuk modus baru yang kami temukan di Lombok Barat” ketus dia. Kini tersangka pun sudah ditahan di Polres Lombok Barat. Dan dijerat dengan pasal 112, 114 dan 127 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara itu AA mengaku telah melakukan transaksi narkoba tiga kali. Hasil menjual barang haram itu dipakai untuk membeli narkoba lagi. Dirinya sendiri selain sebagai pengedar juga pemakai narkoba. Sasaran penjualan barang haram ini, rata-rata para mahasiswa. Barang haram diperoleh dari pemasok dari wilayah Mataram. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional