Terdapat Kekurangan Pengerjaan Taman Loang Baloq

Proyek penataan Taman Wisata Loang Baloq mengalami deviasi empat persen. Rekanan digenjot untuk mengejar target tersebut sampai dua pekan kedepan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mengevaluasi seluruh pengerjaan proyek fisik yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) pemerintah pusat. Salah satu proyek yang dievaluasi adalah penataan Taman Wisata Loang Baloq. Pekerjaan fisik mengalami deviasi (kekurangan, red) dari target sebelumnya.

Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengatakan, rapat bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) pada Rabu, 27 Oktober 2021, mengevaluasi capaian serapan fisik dan keuangan, terutama yang bersumber dari dana transfer pemerintah pusat.

Iklan

Khusus pengerjaan proyek Taman Wisata Loang Baloq terdapat kekurangan atau deviasi empat persen. Rekanan diminta mengejar kekurangan tersebut dalam dua pekan. “Sesuai laporan Dinas Pariwisata memang terdapat deviasi empat persen dari target,” kata Mahmuddin dikonfirmasi usai menghadiri rapat evaluasi capaian vaksinasi di aula pendopo Walikota Mataram, Jumat, 29 Oktober 2021.

Pemilik proyek dalam hal ini, Dinas Pariwisata diminta memperketat pengawasan. Secara kebetulan kata Tura, pekerjaannya tidak ada yang ribet. Hanya pekerjaan konstruksi saja. Dia tidak merincikan target konstruksi pekerjaan sampai akhir Oktober. Namun diyakini, bisa tuntas sesuai kontrak. “Insya Allah, sebelum akhir Desember sudah tuntas. Karena tidak ada pekerjaan yang ribet,” ujarnya.

Keterlambatan pekerjaan fisik muncul karena adanya persoalan lahan. Rupanya, pemilik lahan di areal pembangunan Taman Wisata Loang Baloq komplain. Pasalnya, lahan miliknya terkena imbas dari penataan kawasan tersebut. Sebelum proyek dikerjakan sambungnya, mestinya tidak ada lagi permasalahan lahan sehingga tidak menghambat pekerjaan. “Setelah pekerjaan berjalan baru muncul pemilik lahan. Sebelumnya kita tidak tahu,” ucapnya.

Diketahui, proyek penataan Taman Wisata Loang Baloq di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, sumber anggarannya berasal dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pagu anggaran Rp11.214.608.825. Rekanan mengerjakan proyek dengan harga terkoreksi Rp9.396.291.340., dari harga perhitungan sementara Rp10.279.990.000. Rekanan memiliki waktu pengerjaan proyek sampai akhir Desember mendatang. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional