Terdampak PHK Pandemi Covid-19, Pemandu Lagu Kafe Jadi Pengedar Narkoba

Penggerebekan mantan pemandu lagu diduga pengedar narkoba di Abiantubuh, Cakranegara, Mataram, Selasa, 13 Oktober 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Ekonomi sulit di masa pandemi Covid-19 membuat Ratna mengambil jalan pintas. Pemandu lagu salah satu kafe ini diberhentikan dari pekerjaanya. Wanita asal Bandung, Jawa Barat ini kemudian diduga mengedarkan sabu.

“Sebelumnya dia jadi partner song. Tapi kena PHK waktu pandemi,” ucap Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, Rabu, 14 Oktober 2020. Ratna diduga terlibat jaringan sabu Abiantubuh, Cakranegara, Mataram. Ratna ini ditangkap berdasarkan pengembangan tersangka Ayan.

Iklan

Ayan lebih dulu ditangkap dalam penggerebekan di Abiantubuh sehari sebelumnya. Barang buktinya 11 poket sabu seberat 5,14 gram.  Sabu disimpan di dalam kotak pensil berwarna pink. Tersangka Ayan ini menjalankan bisnisnya hanya melalui transaksi via telepon. Pemesan tinggal mengambil barang di tempat yang sudah ditentukan. “Komunikasinya sedang kita telusuri dengan siapa saja,” kata Ericson.

Penelusuran itu membuahkan hasil. Akhirnya muncul nama Ratna. Ayan mengaku membeli sabu dari Ratna. Ratna yang ditangkap belakangan ini tidak didapati barang bukti. Hanya uang tunai Rp4,5 juta. Tetapi, alur transaksi antara Ayan dengan Ratna diselidiki. Ratna dan Ayan ini hanya diduga sebagai kaki tangan.

Ericson masih mengembangkan jaringan lainnya. yang diduga penyuplai sabu untuk Ratna dan Ayan. Ratna dan Ayan kini sudah diamankan di Mapolresta Mataram. Mereka diduga melanggar pasal 112 dan atau pasal 114 UU RI No35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling lama 20 tahun. (why)