Terdakwa OTT Pungli Pasar Sayang Sayang Dituntut Setahun Penjara

Mataram (Suara NTB) – H. Muzakir, terdakwa dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan pungutan liar (pungli) sewa lapak di Pasar Sayang Sayang, Kota Mataram, dituntut pidana satu tahun penjara. Selain ancaman penjara, mantan kepala pasar ini didenda Rp 20 juta subsidair dua bulan kurungan.

Tuntutan  kepada terdakwa dibacakan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Mataram  Iman Firmansyah, SH dalam persidangan Rabu, 3 Januari 2018 sore di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Mataram.

Iklan

“Meminta kepada majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa berupa pidana penjara selama satu tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” kata Iman Firmansyah.

Tuntutan itu disampaikan sesuai dengan bunyi dakwaan pertama yang menyebutkan  Muzakir  melanggar Pasal 12 Huruf e Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Tuntas mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim yang dipimpin Ferdinand M Leander memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menentukan sikap. Setelah berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, terdakwa di hadapan majelis hakim mengaku akan menyampaikan pembelaannya secara lisan saat itu juga.

Terdakwa meminta kepada hakim membebaskannya dari segala hukuman atas kasus dugaan pungli tersebut. Namun demikian, ia mengakui semua perbuatannya.

“Karena itu saya minta untuk kemuliaan majelis hakim membebaskan saya, dengan pertimbangan saya merupakan tulang punggung keluarga dari dua istri dan sepuluh anak saya,” kata Muzzakir.

Usai mendengar pernyataan terdakwa, majelis hakim meminta waktu hingga pekan depan, untuk agenda putusan. Agendanya,  Rabu, 10 Januari 2018. (ars)