Terdakwa BLT DD Covid-19 Divonis Bebas

Kades Bukittinggi nonaktif, Ahmad Muttakin berbincang dengan penasihat hukumnya usai persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kades Bukittinggi, Gunungsari, Lombok Barat nonaktif Ahmad Muttakin divonis tidak bersalah atas dakwaan pemotongan dana bantuan BLT DD Covid-19 tahun 2020. Muttakin tidak terbukti menerima uang yang disetor 195 warga penerima bantuan. Putusan bebas Muttakin dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Selasa, 5 Januari 2021.

Sidang dipimpin ketua majelis hakim Agung Prasetyo, bersama hakim anggota Fathurrauzi dan Abadi. Putusan hakim menyatakan Muttakin tidak terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sesuai tuntutan pasal 11 UU Tipikor. “Oleh karennya membebaskan terdakwa dari segala tuntutan,” ucap Agung.

Hakim dalam pertimbangannya menyebutkan bahwa warga yang menyerahkan sebagian dana yang diterimanya tidak keberatan. “Tujuannya untuk diberikan kepada warga lain yang tidak mendapatkan bantuan,” ujarnya. Jaksa penuntut umum Budi Tridadi Wibawa mengaku masih pikir-pikir untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan bebas tersebut. sementara penasihat hukum Muttakin, Irpan Suryadiata mengaku lega. ”Kita sudah optimis sejak awal tidak bakal terbukti,” terangnya.

Sebelumnya, Muttakin diajukan tuntutan penjara selama 18 bulan. Terdakwa dituntut karena menerima pemberian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Covid-19 sebesar Rp53,8 juta. Selain itu Muttakin juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp50 juta. Yang apabila tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama empat bulan. Kemudian barang bukti uang tunai Rp48,3 juta dan Rp5,25 juta dikembalikan kepada penerima melalui Pemerintah Desa Bukittinggi.

Dalam tuntutannya, jaksa menganggap Muttakin terbukti menerima uang yang dikumpulkan 195 warga penerima BLT DD Covid-19. Masing-masing menyerahkan Rp150 ribu. Namun, uang yang terkumpul tidak langsung dibagikan. Bahkan sampai waktu penyaluran BLT DD Covid-19 tahap kedua. Desa Bukittinggi menganggarkan BLT DD Covid-19 sebesar Rp352,8 juta. Setelah itu warga diminta untuk mengumpulkan lagi sebagian uang bantuan tersebut melalui Kadus. Kadus Tanjung Polak berhasil mengumpulkan Rp11,65 Juta dari 43 KK; Kadus Bukittinggi kumpulkan Rp12,1 juta dari 50 KK; Kadus Batu Kemalik kumpulkan Rp18,3 juta dari 32 KK; dan Kadus Murpadang mengumpulkan Rp11,4 juta dari 40 KK. (why)