Terbukti Pembunuhan dengan Sengaja, Rio Divonis Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

Terdakwa pembunuhan kekasihnya sendiri, Rio Prasetya Nanda dipasangi borgol usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Mataram, Senin, 3 Mei 2021. Rio diputus bersalah sehingga dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Rio Prasetya Nanda alias Rio dihukum penjara 14 tahun penjara karena terbukti secara sengaja membunuh kekasihnya, Linda Novitasari. Meski demikian, vonis hakim Pengadilan Negeri Mataram ini lebih rendah dari tuntutan jaksa sebelumnya. Pertimbangannya, Rio menyesali perbuatannya.

Majelis hakim yang diketuai Hiras Sitanggang memimpin sidang pembacaan putusan, Senin, 3 Mei 2021. Didampingi hakim anggota Agung Prasetyo, dan Glorius Anggundoro. Hakim sepakat dengan jaksa penuntut umum tentang pembuktian pasal pidananya. Yakni pasal 338 KUHP tentang pembunuhan yang disengaja. “Oleh karenanya menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rio Prasetya Nanda dengan penjara selama 14 tahun,” kata Hiras membacakan amar putusan.

Iklan

Hakim menimbang hal yang meringankan Rio diantaranya sebelumnya belum pernah dihukum. Kemudian, Rio menyesali perbuatannya. Usai diputus bersalah, Rio mengaku masih pikir-pikir. Demikian juga dengan jaksa penuntut umum Moch. Taufik Ismail. Meski putusan itu lebih rendah dari tuntutannya sebelumnya. “Sesuai SOP, apabila terdakwa pikir-pikir. Maka kami juga pikir-pikir,” ujarnya. Masing-masing pihak mempunyai waktu tujuh hari untuk menyatakan untuk menempuh upaya hukum lanjutan atau tidak.

Rio divonis bersalah karena terbukti membunuh Linda pada Kamis 23 Juli 2020 sekitar pukul 20.30 Wita. Linda yang baru lulus seleksi program magister ilmu hukum Unram ini dihabisi nyawanya di rumah orang tua Rio di Perumahan Royal Mataram, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram. Mereka sempat berhubungan badan. Kemudian mereka bertengkar. Rio diminta pertanggungjawaban atas janin yang dikandung Linda. Tapi Rio berkelit dengan hendak segera pulang ke Janapria, Lombok Tengah.

Saat akan keluar rumah, korban mengejar terdakwa sambil membawa anak panah dan mengacungkan ke arah terdakwa sehingga terdakwa mengurungkan niatnya untuk pulang. Rio lalu merampas anak panah sambil mencekik Linda. Linda terkapar.

Rio kemudian membeli tali. Tali ini yang dipakai untuk menggantung Linda. Linda lalu ditemukan dalam kondisi tergantung dua hari kemudian. Kematian korban disebabkan tekanan dan jeratan yang kuat pada leher sehingga mati lemas. (why)

Advertisement ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional