Terbongkar, Diduga Sindikat Pembuat Surat PCR Palsu

Esty Setyo Nugroho. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) berhasil membongkar sindikat pembuat surat keterangan hasil tes swab PCR yang diduga palsu. Tiga orang diamankan dalam kasus ini. Sementara satu terduga pelaku lainya kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian setempat.

“Kasusnya masih terus kita kembangkan, dengan satu orang lainnya masih dalam pengejaran,” sebut Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK., Minggu, 25 Juli 2021.

Iklan

Terungkapkan kasus tersebut sebut Esty bermula pada Jumat, 23 Juli 2021. Saat itu, sekitar pukul 16.00 Wita, salah seorang calon penumpang pesawat berinisiasl ARO datang ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM). Ia lantas menyerahkan surat keterangan hasil tes swab PCR ke petugas Kantor Karantina Pelabuhan (KKP) di terminal bandara.

Saat memeriksa surat keterangan hasil tes swab dari laboratorium Rumah Sakit (RS) Universitas Mataram (Unram) tersebut, petugas menemukan ada kejanggalan dalam surat tersebut. Karena tidak menggunakan stempel basah, melainkan stampel hasil scanner. Ragu, petugas kemudian mencoba mengonfirmasi pihak RS Unram, prihal calon penumpang pesawat tersebut.

Setelah beberapa lama dicek di database RS Unram, nama yang tertera disurat keterangan hasil tes swab tersebut ternyata tidak terdaftar. ‘’Saat dicek, pihak RS Unram mengatakan yang bersangkutan tidak terdaftar di sistem RS Unram,’’ jelasnya.

Atas temuan itu, petugas bandara lantas menyerahkan calon penumpang tersebut ke aparat kepolisian dan langsung dibawa ke Polres Loteng, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepada polisi ARO mengaku mendapat surat keterangan hasil tes swab diduga palsu tersebut dari salah seorang berinisial PE.

Tidak menunggu lama, polisi langsung bergerak menangkap PE warga asal Lombok Barat (Lobar). Tanpa menemuai kesulitan, polisi berhasil menangkap PE. Dari keterangan PE, polisi mendapat informasi kalau surat tes hasil swab PCR diduga palsu tersebut dibuat oleh MF, warga Batu Layar Lobar yang tanpa kesulitan langsung berhasil diamankan.

“Terduga pelaku PE, berperan sebagai penyalur surat tes swab PCR diduga palsu tersebut. Sedangkan MF, sebagai pembuat surat,” tambah Esty. Keduanya pun langsung digelandang ke Mapolres Loteng, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Esty mengatakan, ketiga terduga pelaku dijerat pasal berbeda. Terdua pelaku ARO, dijerat pasal 263 ayat 2 sub pasal 263 ayat 2 KUHP. Sementara terduga pelaku PE dan MF dijerat dengan pasal 263 ayat 1 Jo 55 jo 56 KUHP dan pasal 263 ayat 1 sub Pasal 263 ayat 1 KUHP. ‘’Masih ada satu terduga pelaku lainnya yang saat ini masih dalam pengejaran aparat,’’ ujarnya.

Dari tangan para terduga pelaku, polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti berupa surat keterangan hasil pemeriksaan PCR diduga palsu dan satu unit HP Samsung milik MF. Ditambah satu unit komputer yang digunakan untuk membuat surat keterangan PCR palsu. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional