Terbentur Pelaksanaan MTQ, JCH NTB Diberangkatkan Gelombang Kedua

Mataram (suarantb.com) – Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag)  Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. H. Maad Umar, M.Pd  mengatakan pihaknya sudah meminta kepada Kemenag pusat agar Jemaah Calon Haji (JCH) asal NTB diberangkatkan pada gelombang kedua, 23 Agustus – 5 September 2016. Hal ini disebabkan karna adanya pelaksanaan MTQ Nasional ke-26 yang diselenggarakan di NTB, 27 Juli – 7 Agustus 2016.

Maad menyebutkan, jumlah JCH NTB yang akan berangkat haji tahun ini sebanyak  3.596 orang. Kloter pertama JCH NTB  akan  masuk asrama haji  tanggal 22 Agustus dan siap berangkat ke Saudi Arabia pada tanggal 23 Agustus 2016. Pemberangkatan JCH NTB ini akan berlangsung lebih kurang selama sebulan. “Kita pemberangkatan jamaah (JCH NTB)  selama satu bulan dari tanggal 23 Agustus sampai 5 September,” kata Maad ketika dikonfirmasi suarantb.com, Selasa, 19 Juli 2016.

Iklan

Menurutnya, pemberangkatan JCH  NTB pada gelombang  kedua dinilai  keputusan yang tepat. Mengingat acara MTQ Nasional  ke-26 akan berakhir pada 6  Agustus 2016. Artinya, gedung asrama haji NTB yang berada di Lingkar Selatan Kota Mataram  tidak akan bisa digunakan  jika JCH NTB diberangkatkan pada gelombang pertama pada  8 Agustus 2016.

Menurutnya, pemberangkatan JCH NTB pada gelombang kedua akibat pelaksanaan MTQ Nasional tersebut membuat panitia pelaksana merasa diuntungkan. Tahun sebelumnya, pemberangkatan JCH kloter utuh dan kloter campuran atau kloter 10 dan kloter 11 dipisah. Namun, dengan pemberangkatan gelombang kedua, maka JCH kloter 10 dan 11 akan diberangkatkan bersamaan. “Alhamdulillah pemberangkatan jemaah  10 dan 11 akan bersamaan walaupun jama’ah 11 akan dicampur dengan jama’ah dari Makasar,” jelas Maad.

Staff  Bagian Haji dan Umrah Kanwil Kemenag NTB, Hj Sri Latifah  menambahkan  kondisi asrama haji harus steril seminggu sebelum para JCH masuk asrama. “MTQ berakhir tanggal 6 Agustus. Sedangkan kalau kita ngambil gelombang pertama masuknya harus tanggal 8 Agustus. Jadinya ndak bisa,” bebernya, Selasa, 19 juli 2016.

  Peneliti Epidemiologi asal NTB Serukan Percepatan Identifikasi Virus

Latifah mengatakan, persiapan tahapan yang dilakukan saat ini adalah persiapan pengurusan visa jamaah.  Mengingat tahun lalu dikeluhkan jamaah haji tersandung permasalahan visa.  Selain memproses  visa JCH, Kemenag juga melakukan  penyempurnaan manifest  dengan sistem yang sudah ada. (ism)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here