Terapkan Teknologi, Hasil Pertanian Kota Mataram Tertinggi se-NTB

Mataram (suarantb.com) – Dengan menerapkan teknologi pertanian yang cukup canggih, Kota Mataram hasilkan produksi pertanian tertinggi dibanding kabupaten/kota lain di NTB. Berdasarkan data BPS NTB, hasil produksi petanian tanaman pokok padi sebesar 6,4 ton per hektar. Kendati data Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Mataram hasil produksi tanaman pokok padi tersebut sudah mencapai tujuh hingga delapan ton per hektar.

Dibandingkan hasil pertanian di kabupaten lain yang rata-rata menghasilkan produksi tanaman pokok sekitar lima setengah ton per hektar, produksi hasil pertanian Kota Mataram jauh lebih tinggi. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas PKP Kota Mataram, H. Mutawalli.

Iklan

Menurutnya, produsi pertanian yang tinggi tersebut dapat dihasilkan dengan penggunaan teknologi yang berkualitas. Baik dalam penggunaan pupuk dan pestisida, serta pemilihan bibit, Kota Mataram selalu menggunakan produk terbaik dan bibit unggul.

“Kita lihat dari produktivitas, mulai dari pestisida, penggunaan bibit unggul, kita gunakan yang tingkat produktivitasnya tinggi,” terangnya.

Menangani kesulitan tenaga tanam dan panen padi, Kota Mataram memilih menerapkan mekanisasi pertanian, yaitu pertanian yang total menggunakan mesin. Mesin penanam dan pemanen padi yang digunakan dapat memberikan hasil yang lebih efektif dan maksimal.

Mesin penanam dan pemanen padi diberikan pemerintah sebagai bantuan pertanian. Sekitar 10 unit mesin penanam dan pemanen padi telah diberikan kepada kelompok-kelompok tani di Kota Mataram. Dana bantuan mesin tersebut berasal dari Pemkot Mataram, sebagian dari Pemprov NTB dan pusat.

“Ini untuk mengantisipasi saat musim tanam atau musim panen tidak ada tenaga atau buruh kita di sini, karena semua berebutan ke Lombok Barat dan lainnya yang lagi musim,” paparnya.

Selain itu, mengimbangi luas lahan yang semakin berkurang dengan pendapatan dari pertanian, Kota Mataram melakukan alih komoditi lahan, yaitu dengan menanap sayur-mayur dan bunga-bungaan. Sebab, pendapatan dari hasil pertanian sayur dan bunga ini nilainya lebih tinggi dari hasil pertanian lainnya. Untuk produksi bunga sendiri, Kota Mataram memiliki tujuh kelompok tani yang telah diberikan pembinaan oleh Dinas PKP. Produksi tanaman bunga sebagian besar dipasarkan ke Pulau Bali.

“Karena tujuan kita kan meningkatkan pendapatan petani, jadi kita alih komoditi supaya dengan lahan yang sedikit, penghasilannya tinggi,” ujarnya. (rdi)